SUMENEP, MaduraExpose.com – Memasuki minggu kedua Februari 2026, masyarakat tani di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, dihimbau untuk memperketat penjagaan terhadap lahan pertanian mereka. Data prakiraan cuaca menunjukkan tren peningkatan intensitas hujan yang puncaknya diprediksi terjadi pada akhir pekan ini.
Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh para Harvest Guardians di Ganding:
1. Analisis Mingguan (9 – 17 Februari 2026)
Awal Pekan (Senin – Selasa): Didominasi Hujan Ringan di hampir seluruh desa (Bataal, Rombiya, Billapora, hingga Ketawang). Suhu rata-rata berkisar 24–29 °C dengan kelembapan mencapai 92%.
Pertengahan Pekan (Rabu – Kamis): Cuaca sedikit mereda menjadi Udara Kabur atau Berawan, namun kelembapan meningkat hingga 95%. Kondisi ini rawan memicu munculnya jamur pada tanaman hortikultura.
Puncak Kewaspadaan (Jumat – Sabtu, 13-14 Feb): Seluruh desa di Kecamatan Ganding diprediksi akan dihantam Hujan Petir. Para petani disarankan untuk tidak beraktivitas di lahan terbuka saat petir mulai terdengar.
Akhir Pekan (Minggu – Selasa depan): Cuaca mulai stabil menjadi Berawan, namun beberapa desa seperti Gadu Timur dan Ketawang Larangan masih berpotensi mengalami Petir susulan pada 17 Februari.
2. Tabel Ringkasan Cuaca Strategis
3. Pesan untuk Para Petani Ganding
Mengingat tingginya persentase kelembapan (hingga 97% di beberapa desa seperti Gadu Timur), Redaksi Madura Tani menyarankan:
Perbaiki Drainase: Pastikan saluran air di pematang sawah lancar untuk mencegah pembusukan akar akibat genangan air hujan.
Keamanan Diri: Jangan berlindung di bawah pohon atau gubuk terbuka di tengah sawah saat terjadi cuaca petir pada hari Jumat dan Sabtu mendatang.
Pantau Logistik: Segera amankan hasil panen lokal ke tempat yang kering sebelum puncak hujan petir tiba.
[Tim/Red]







