Sinergi Bupati dan Kapolres Sumenep: Panen Raya Jagung Hibrida di Ganding Tembus 13,3 Ton Per Hektar

Terbit: 14 Februari 2026 | 15:11 WIB

#Rekor Hasil Ubinan NK Sumo di Gadu Barat

#Apresiasi Kapolres Sumenep untuk Petani Jagung Ganding

 

SUMENEP,Maduraexpose.com – Sektor pertanian di Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi gemilang. Bupati Sumenep bersama Kapolres Sumenep turun langsung ke sawah untuk melakukan panen raya jagung hibrida di Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kamis (12/02/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata keberhasilan petani lokal dalam mengadopsi teknologi benih unggul. Berdasarkan data ubinan terbaru, varietas NK Sumo di wilayah ini berhasil mencatatkan angka produktivitas fantastis, melampaui rata-rata nasional.

Dalam suasana akrab di tengah hamparan jagung yang menguning, Kapolres Sumenep memberikan kejutan dengan menyerahkan tanda apresiasi kepada tiga petani jagung terbaik di Kecamatan Ganding. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional di tingkat daerah.

“Petani adalah garda terdepan kedaulatan pangan kita. Kami hadir untuk memastikan mereka merasa aman dan didukung dalam menjalankan usahanya,” ujar Kapolres di sela-sela acara.

Hasil ubinan di lapangan menunjukkan persaingan positif antara dua varietas unggulan, yaitu NK Sumo dan BISI 2. Berikut adalah rincian capaian tertinggi di wilayah Kecamatan Ganding:

  • Rekor Tertinggi NK Sumo: Diraih oleh Bapak Abd. Rahman (Poktan Ar-Rohmani, Desa Gadu Barat) dengan produktivitas mencapai 13,35 Ton/Ha.

  • Rekor Tertinggi BISI 2: Diraih oleh Bapak Saini (Poktan Swadaya, Desa Ketawang Karay) dengan hasil 12,8 Ton/Ha.

  • Performa Stabil Gadu Timur: Bapak AH. RA`IE mencatatkan hasil 11,2 Ton/Ha menggunakan varietas NK Sumo.

Bupati Sumenep menyatakan kebanggaannya atas hasil panen yang melimpah ini. Menurutnya, penggunaan jarak tanam yang presisi (seperti 50×30 cm atau 80×20 cm) serta pemilihan benih hibrida yang tepat menjadi kunci sukses petani Gadu Barat.

“Angka 13,35 Ton per hektar adalah hasil yang luar biasa. Ini membuktikan tanah Sumenep sangat potensial. Kami akan terus mendorong bantuan sarana produksi (saprodi) agar kesejahteraan petani meningkat,” tegas Bupati.

Dengan hasil ini, Kecamatan Ganding semakin memperkuat posisinya sebagai lumbung jagung utama di Kabupaten Sumenep, sekaligus menjadi inspirasi bagi kecamatan lain dalam penerapan intensifikasi pertanian.


Penulis: Tim Redaksi Madura Expose Magazine 

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Beli Elpiji 3 Kg Pakai Retina Mata? Said Abdullah: Jangan Hamburkan Anggaran!

Terbit: 6 April 2026 | 23:20 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melemparkan usulan revolusioner guna membendung kebocoran subsidi energi yang kian membengkak. Politisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *