Wabah Meluas, Indriani Minta Jatim Ambil Alih Penanganan KLB Campak di Sumenep

Terbit: 21 Agustus 2025 | 01:03 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com — Kabupaten Sumenep kini berada dalam kondisi darurat kesehatan setelah mencatat 1.534 kasus campak sejak awal tahun, dengan enam korban jiwa anak-anak.

Wabah ini tidak hanya menjadi isu medis, melainkan juga sebuah potret kompleks yang beririsan dengan ilmu kedokteran, ilmu sosial, ekonomi, dan politik. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditetapkan menjadi sinyal bahwa penanganan krisis ini memerlukan pendekatan multidisiplin.

 

Dari sudut pandang ilmu kedokteran dan sosial, peningkatan kasus campak ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam program kesehatan publik, khususnya terkait cakupan imunisasi dan kesadaran masyarakat.

 

Campak, sebagai penyakit yang sangat menular, sering kali menjadi indikator sosial-ekonomi suatu wilayah. Wabah ini dapat terjadi akibat rendahnya cakupan imunisasi, yang sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti akses yang terbatas, informasi yang keliru, atau bahkan resistensi dari sebagian kelompok masyarakat.

 

 

Sementara itu, dari sisi ekonomi dan politik, krisis ini menjadi sorotan tajam bagi pemerintah daerah. Indriani Yulia Mariska, seorang politisi muda dari Komisi E DPRD Jawa Timur, menegaskan bahwa penanganan KLB ini adalah isu kerakyatan yang tidak bisa ditangani secara parsial.

 

Dukungannya terhadap program Outbreak Response Immunization (ORI) yang digagas Dinkes Sumenep menunjukkan pemahaman bahwa intervensi medis melalui imunisasi massal adalah langkah paling efektif untuk memutus rantai penularan.

 

Namun, Indriani juga mengingatkan bahwa upaya daerah tidak cukup tanpa intervensi dan dukungan penuh dari pemerintah provinsi.

“Ini warning keras bagi semua pihak. Jangan biarkan Sumenep menghadapi KLB ini sendirian,” tegasnya.

 

 

Pernyataan ini bukan hanya seruan medis, melainkan sebuah pernyataan politik yang menuntut akuntabilitas dan solidaritas politik dari tingkat provinsi.

HotExpose:  Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Wabah campak dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan, baik dari segi biaya pengobatan maupun hilangnya produktivitas. Oleh karena itu, langkah cepat dari pemerintah provinsi sangat penting untuk memitigasi dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.

 

 

Indriani juga mengimbau masyarakat untuk tidak abai pada pola hidup bersih dan sehat, serta menjaga gizi anak. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya partisipasi kerakyatan dalam penanganan wabah.

 

Tanpa kesadaran kolektif dari masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan, termasuk dengan mengikuti imunisasi, upaya pemerintah tidak akan berjalan maksimal.

 

Dengan demikian, krisis campak di Sumenep menjadi cerminan bahwa kesehatan adalah isu fundamental yang memerlukan sinergi dari seluruh elemen masyarakat—mulai dari tenaga medis, pengambil kebijakan, hingga kesadaran individu. [jav/gim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *