Trunojoyo Sepi, Pemkab Sumenep Hendak Garap Bandara Kangean

Terbit: 21 September 2015 | 00:44 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com) Sejumlah kalangan mengaku turut perihatin dengan jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan perintis yang disediakan oleh Pemkab Sumenep yang menggunakan pesawat Susi Air di Bandara Trunojoyo, dikawasan timur kota.

Belum maksimalnya pemanfaatan penerbangan perintis Bandara Trunojoyo Sumenep itu sempat diakui oleh pihak pengelola. Kalaupun pernah mencapai target, seperti bulan kemarin, hanya terjadi sebanyak tiga kali.

“Jumlah penumpang melalui rute Bandara Trunojoyo memang belum maksimal. Sejak dioperasikan 2 Mei 2015 lalu, jumlahnya masih dibawah rata-rata 50 persen”, ujar Wahyu Siswono, yang saat itu memegang kendali sebagai Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Adapun jumlah kursi penumpang sebanyak 12 kursi. Susi Air tersebut hanya melayani empat rute penerbangan, yakni Surabaya-Sumenep, Sumenep-Jember, Jember-Sumenep, dan Sumenep-Surabaya. Menurutnya, penyebab minimnya peminat pada penerbangan perintis Bandara Trnujoyo itu karena kondisi armada angkutan darat seperti bus cukup memadai.

Anehnya, meski penerbangan perintis ini kurang peminat, namun Pemkab Sumenep malah berancang-ancang untuk menambah Bandara di kawasan Pulau Kangean. Bahkan informasi yang beredar dikalangan awak media, pemerintah daerah sudah menganggarkan pembangunan bandara di kepulauan tersebut sebesar Rp 18 Milliar.

FERRY ARBANIA

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *