
SUMENEP  – Sebuah tragedi memilukan mengguncang Dusun Tarebung Getteng, Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Sumenep, pada Senin (1/12/2025). Siruwan (60-an), seorang pria paruh baya, ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung di kandang sapi miliknya, tepat di belakang rumah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB ini seketika memicu kepanikan dan menggarisbawahi krisis kesehatan mental yang merayap di tengah masyarakat pedesaan.
Penemuan jasad ini terungkap saat dua anggota keluarga, Musaffak (adik angkat, 60) dan Sabit Humaidi (cucu-keponakan, 32), tengah mencari korban. Mereka berupaya menemukan Siruwan untuk membicarakan kepulangan istri korban, Fusiya, dari Puskesmas Dasuk. Pencarian yang berawal dari puskesmas hingga area persawahan berakhir menjadi temuan yang menghancurkan: Siruwan sudah tergantung kaku di dalam kandang, diikat oleh seutas tali.
DEPRESI SEBAGAI PEMBUNUH SENYAP
Berdasarkan keterangan awal dari pihak keluarga, motif di balik aksi nekat ini diduga kuat adalah depresi mendalam akibat penyakit kronis yang tak kunjung sembuh. Siruwan diketahui menderita penyakit saraf dan ginjal yang telah lama menggerogoti kesehatannya. Kondisi ini, yang sering kali disertai dengan beban finansial dan perasaan putus asa, terbukti menjadi pemicu utama.
Data Kementerian Kesehatan RI dan studi global oleh WHO secara konsisten menunjukkan korelasi mengerikan antara penyakit kronis yang sulit disembuhkan—seperti yang dialami korban—dengan peningkatan risiko bunuh diri. Para ahli kesehatan mental menegaskan, rasa lelah, putus asa, dan perasaan menjadi beban keluarga adalah pemicu yang seringkali mendorong individu ke titik ekstrem.
Tragedi di Dasuk ini bukan hanya sekadar berita kriminal lokal, tetapi sebuah alarm darurat. Data menunjukkan bahwa angka bunuh diri di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, cenderung tidak terlaporkan sepenuhnya karena stigma sosial.
KELUARGA MENOLAK AUTOPOSI, MASYARAKAT DIBAYANGI STIGMA
Tim medis dari Puskesmas Dasuk yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan luar. Hasilnya memastikan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban, menguatkan dugaan kematian murni akibat gantung diri.
Namun, drama sosial terjadi di balik penanganan medis. Pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi, menerima kejadian ini sebagai musibah. Penolakan ini, meskipun merupakan hak keluarga, mencerminkan kuatnya tekanan dan stigma sosial di masyarakat Sumenep terkait dengan isu bunuh diri. Seringkali, kasus-kasus serupa ditutup rapat-rapat demi menjaga nama baik keluarga, yang secara tidak langsung turut membungkam diskusi publik mengenai pentingnya kesehatan mental.
Jasad Siruwan akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dikebumikan. Insiden ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah daerah dan tokoh masyarakat Sumenep. Berapa banyak lagi warga yang harus berjuang sendirian melawan penyakit kronis dan depresi sebelum layanan kesehatan mental yang memadai dan tanpa stigma benar-benar tersedia di pelosok-pelosok desa?. **

![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)
![Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose] Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776767695/itjenad-verifikasi-sppg-yayasan-alitqan-sumenep-2026_ojv6t1.jpg)
