Ternyata Ini Alasan Mahasiswa Geruduk DPRD Sumenep

Terbit: 1 Oktober 2025 | 01:00 WIB

SUMENEP — Suasana hening akhir pekan di depan kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, pecah oleh suara lantang mahasiswa yang menyuarakan aspirasi rakyat.

 

Pada Sabtu hingga Minggu (30-31/08/2025), gelombang massa mahasiswa mengepung gedung wakil rakyat, mendesak dihentikannya kebijakan yang dianggap mencederai rasa keadilan. Aksi ini menyoroti tiga isu krusial: penolakan kenaikan tunjangan DPR RI, desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, serta tuntutan keterbukaan informasi dan partisipasi publik.

 

 

Dengan poster-poster yang berisi tuntutan, para mahasiswa berorasi secara bergantian. Mereka menolak keras rencana kenaikan tunjangan anggota DPR RI, yang dinilai tidak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat.

 

Di sisi lain, mereka mendesak para legislator untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai senjata ampuh dalam pemberantasan korupsi. Mahasiswa juga menuntut agar pemerintah dan legislatif membuka diri terhadap partisipasi publik dalam setiap proses perumusan kebijakan.

 


 

Respon Positif Ketua DPRD: Menjadi Jembatan Aspirasi Rakyat

 

Menanggapi seruan massa, Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, mengambil langkah yang jarang terjadi. Ia keluar dari gedung dewan dan langsung menemui para demonstran, tanpa ditemani oleh pimpinan atau anggota DPRD lainnya. Sikap ini menunjukkan komitmennya sebagai wakil rakyat yang bersedia berdialog langsung dengan masyarakat.

 

 

Dalam keterangannya, Zainal Arifin menegaskan bahwa mendengarkan aspirasi mahasiswa adalah hal yang paling utama. Ia menyatakan akan menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan menyampaikannya langsung kepada pemerintah pusat dan DPR RI.

 

 

“Saya bertemu langsung dengan adik-adik mahasiswa ingin mendengarkan keresahan yang ada. Ini adalah suara yang juga wajib didengarkan dan ditindaklanjuti. Oleh karena itu, akan saya bawa ke DPR RI,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

 

 

Zainal Arifin melihat dirinya dan lembaga DPRD sebagai jembatan yang menghubungkan aspirasi “arus bawah” dengan “pusat.” Ia menekankan bahwa keresahan yang dirasakan masyarakat harus menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti dengan baik.

 


 

Menjaga Solidaritas Tanpa Anarki

 

Meskipun menyambut baik aksi mahasiswa, Zainal Arifin tetap berpesan agar setiap unjuk rasa dilakukan dengan tertib dan damai. Ia meminta mahasiswa untuk menjaga kondusifitas daerah dan menghindari tindakan anarkis.

“Jaga kondusifitas daerah. Sampaikan dengan tertib dan nyaman. Pasti akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Aksi ini menjadi pengingat penting bagi para wakil rakyat bahwa suara masyarakat, terutama dari kalangan pemuda, tidak boleh diabaikan. Kehadiran Zainal Arifin secara langsung di tengah massa menunjukkan harapan akan adanya dialog konstruktif antara legislatif dan rakyat, demi terwujudnya pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan pro-rakyat.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sinyal Keras Legislator untuk Bupati

Terbit: 16 April 2026 | 11:23 WIB SUMENEP – Gedung parlemen Sumenep memanas. Sebanyak tujuh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep secara resmi menyampaikan Pandangan Umum (PU)…

Sekda dan Pimpinan OPD Hadiri Paripurna Prolegda 2026

Terbit: 11 April 2026 | 19:45 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Kehadiran jajaran eksekutif yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) serta pimpinan OPD dalam Rapat Paripurna DPRD Sumenep menjadi simbol harmonisasi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *