
Sumenep (Madura Expose) – Dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tentang perubahan mitra kerja pada beberapa komisi direspon negatif anggota dewan.
Bahkan beberapa anggota dewan yang berasal dari Komisi IV menantang duel para Pimpinan DPRD. Mereka berdalih pembahasan penyusunan anggaran dengan mitra kerja sudah hampir selesai.
“Perlu pimpinan tahu, kami ini politisi dari desa, yang sudah kenyang dengan persolan duel ataupun carok. Oleh karenanya, kami tidak takut dengan urusan adu fisik, dan kami siap kapan saja duel dengan pimpinan,” kata anggota Komisi IV, Suroyo pada Senin (26/12/2016).
Menanggapi itu, Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM) Asep Irama mengaku kecewa dengan pernyataan yang disampaikan anggota dewan tersebut.
“Bahkan ada juga Politisi Partai Demokrat dari Komisi IV yang ikut-ikutan menantang Pimpinan DPRD berduel menyikapi dikeluarkannya SK tentang perubahan mitra kerja. Ini kan aneh. Seharusnya apapun bentuk persoalannya harus dirundingkan dengan baik-baik,” kata Asep di salah satu warung makan di Sumenep, pada Sabtu (31/12/2016).
Menurut Asep dalam kapasitasnya sebagai pejabat publik, anggota dewan punya tanggung jawab moral yang besar. Sehingga tidak layak mempertontonkan kemarahan di depan publik.
“Peristiwa ini merupakan gambaran jika anggota dewan sudah menyepelekan nilai-nilai etika. Wajar kemudian mereka (anggota dewan) tak lagi terhormat di mata publik,” tegas Asep.
Apalagi lanjut dia, Pimpinan DPRD dalam mengeluarkan SK pasti didasarkan kepada beberapa pertimbangan penting.
Sehingga rotasi mitra kerja imbuh dia, sudah disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing komisi.
“Karena beberapa mitra kerja memang dianggap tidak sesuai dengan bidang komisi tertentu, sehingga harus dilakukan perubahan dan ditempatkan di komisi lain,” ucap Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno itu.
Asep berharap, seharusnya anggota dewan lebih menampilkan produktifitas kerja. Bukan perselisihan yang tidak sehat.
“Ini jauh lebih penting di tengah semakin rendahnya kepercayaan masyarakat dan buruknya prestasi para wakil rakyat di Parlemen,” demikian Asep. [Ais/Arb]





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)