Benarkah Direktur PT WUS Layak Melanjutkan Kepemimpinan Busyro Karim?

0
791
Sitrul Arsy (Direktur PT WUS) dan Busyro Karim [Foto:Ferry Arbania/Maduraexpose.com]

MADURAEXPOSE.COM—Sejarah telah mencatat, kalangan pesantren lebih diterima menjadi pemimpin atau kepala daerah di Sumenep. Hal itu dibuktikan dengan kepemimpinan Ramdhan Siraj dan Buysro Karim menjadi Bupati Sumenep selam dua priode.

Sejarah juga mencatat, hingga detik ini, Partai PDI Perjuangan yang merupakan partai besar dan juga memiliki tokoh sekaliber Said Abdullah, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI itu masih harus menerima dengan lapang dada, karena belum juga mampu menempatkan kader terbaiknya sebagai kepala daerah di ujung timur Pulau Madura, meski semua mafhum, Sumenep adalah kampung halaman Said Abdullah.

Dua priode kepemimpinan Bupati Busyro Karim yang merupakan kader PKB itu, membuktikan bahwa PDI Perjuangan di Sumenep harus puas menempatkan kader terbaiknya di kursi Wakil Bupati seperti telah dilakukan terhadap Soengkono Sidik dan Achmad Fauzi yang tak lain masih keponakan Said Abdullah sang Anggota DPR RI asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kabarnya, dalam waktu dekat, partai PKB Sumenep akan melakukan pemilihan Ketua DPC yang baru guna melanjutkan perjuangan Busyro Karim. Sejumlah nama mulai bermunculan, salah satunya adalah KH.Sitrul Arsy yang saat ini masih menjabat sebagai Direktur PT WUS. Sosok ini diprediksi banyak kalangan lebih berpeluang besar untuk memimpin partai besutan GusDur tersebut pada priode selanjutnya hingga menjelang Pilkada Sumenep pada tahun 2021 mendatang.

“Kalau Pak Sitrul terpilih sebagai Ketua DPC PKB Sumenep, kami memperediksi beliau akan berpeluang besar untuk mencalonkan diri sebagai orang nomor satu dalam Pilkada mendatang. Beliau dikenal sangat dekat dengan Buya (Busyro Karim,Red) dan pernah menjabat sebagai Ketua BK DPRD Sumenep,” terang Tedy Muhtadi dari Sumekar Network, Rabu (4/12/2016).

Menurutnya, dibawah kepemimpinan Sitrul Arsy, justru akan membuat langkah PKB nantinya semakin kuat, termasuk dalam mempertahankan posisi kadernya dalam merebut kursi bupati. Lantas, masih setiakah PDI P untuk kesekian kalinya menempatkan kadernya atau tokoh yang akan diusungnya selalu diposisi kedua dalam mengendalikan tampuk kepemimpinan Sumenep kedepan?

“Perkembangan politik terus berjalan dinamis, meski terkadang fluktuasinya tak mudah diprediksi. Namun saya yakin, figur dari kalangan pesantren masih lebih diterima untuk menjadi pemimpin Sumenep kedepan,” tandasnya. [fer/tim]