Tanamkan Cinta Al-Qur’an, Kankemenag Sumenep Gelar Lomba Hafalan

Terbit: 17 Oktober 2025 | 06:09 WIB

Sumenep – Guna mendorong lahirnya Generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berpedoman pada kitab suci, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menggelar Lomba Hafalan Surat Pendek Al-Qur’an.Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Tahun 2025 ini diikuti oleh puluhan santri dari berbagai Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) se-Kabupaten Sumenep.

 

 

Lomba dilaksanakan di Aula Kankemenag pada Rabu, 15 Oktober 2025. Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, secara resmi membuka acara tersebut, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya nyata untuk menumbuhkan semangat cinta Al-Qur’an di kalangan generasi muda santri.

 

Aktualisasi Semangat Santri

 

Wasid menekankan bahwa Hari Santri harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan seremonial. Ini adalah momen penting bagi para santri untuk mengaktualisasikan semangat mereka dalam mencintai dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an.

 

 

“Momentum Hari Santri bukan hanya sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi ajang aktualisasi semangat santri dalam mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkap Wasid. Ia menambahkan bahwa lomba hafalan ini adalah salah satu cara efektif untuk mendorong santri agar lebih dekat dengan kitab sucinya.

 

 

Para peserta dari berbagai LPQ menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menghafal surat-surat pendek dengan memperhatikan tartil (ketentuan membaca) dan tajwid (pengucapan huruf) yang baik.

 

Mencetak Generasi Qur’ani Berakhlak Mulia

 

Melalui kegiatan Lomba Hafalan ini, Kankemenag Sumenep tidak hanya berfokus pada kemampuan kognitif menghafal. Harapan utamanya adalah tumbuhnya generasi Qur’ani yang memiliki pemahaman utuh: tidak hanya fasih dalam membaca dan menghafal, tetapi yang paling penting, mampu mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.

 

Lomba ini menjadi penegasan komitmen Kemenag Sumenep dalam mendukung pendidikan keagamaan di Madura, memastikan bahwa nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an terus diwariskan dan menjadi fondasi moral bagi generasi penerus bangsa.**

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *