Tak Diundang Pelantikan DKS, Syaf Anton WR “Curhat ” Di Forum Pariwisata Sumenep

Terbit: 2 Juni 2022 | 14:43 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Pelantikan Ketua dan Kepengurusan Dewan Kesenian Sumenep (DKS) yang baru periode 2022-2027 kemarin, Rabu 01 Juni 2022.

Kendati tak diundang dalam acara tersebut Syaf Anton tak berkecil hati, meski banyak pihak senima ln senior menyangkan “insiden” tersebut.

Bahkan dalam sebuah Grup WhatsApp (WGA) Forum Pariwisata Sumenep dirinya sempat memberikan penjelasan yang mengundang simpatik banyak kalangan. Berikut catatan Budayawan Syaf Anton dilihat Maduraexpose.com pada Kamis 02 Juni 2022.

Syaf Anton WR:
Sebagamana dalam pemberitaan madura expose, saya tidak ingin berpolemik masalah pelantikan DKS ini, meski sejumlah seniman dan pihak lain menghubungi saya “kok bisa terjadi seperti itu ya?”, bahkan pertanyaan tersebut terlontar dari seniman luar Sumenep. “Ini cacat prosedural,” katanya.

Bagi saya no problem. Biarkan mereka bekerja dan bertanggung sebagaimana tugasnya.

Namun perlu saya sampaikan. jauh sebelumnya, telah saya bahas dengan Kadisbudporapar, tentang dewan kesenian secara jelas dan gamblang, bahkan saya cerita kondisi hubungan antar seniman di Sumenep dan lainnya. Dan bahkan pada acara Silaturrami Seniman Sumenep waktu lalu (dihadiri sekitar 150 seniman) di sepakati tidak akan membentuk DKS, yang juga diikuti dan disepakati oleh teman seniman yang sekarang jadi pengurus. Mengapa? Banyak alasan yang jadi patokan.

Yang menjadi tanda tanya, setelah kami perhatikan DKS 2002 ini , terdapat orang sama DKS 2008 (ketua Turmidi Jaka).

Akhirnya saya paham, mengapa tidak dilaksanakan musyawarah budaya, Ternyata ada pihak menyampaikan ke saya; ini kelanjutan DKS 2008 yang belum dilantik.

Nah. Ini saya samakan, ketika partai menuntut perpanjangan presiden 3 priode yang akhirnya dihantam habis-habisan oleh sejumlah pihak yang akhirnya gagal, karena menyimpang dari aturan yang ada.

Mengapa musyawarah budaya diharuskan, karena dari sini akan menjadi pertanyaan; untuk apa, untuk siapa, bagaimana dan seterusnya DKS, selain tentu para seniman jadi saksi sekaligus meminta (perjanjian) pertanggung jawaban agar program sesuai dengan fungsi dan manfaatnya.

Ingat DEWAN itu bukan sanggar. Sanggar bisa dibentuk kapan saja, dengan cara apa saja. Pembentukan pengurus RT saja butuh kesepakatan dan pemilihan untuk menentuk ketua. Bahkan terjadi perseturuan antar warga. Itulah keterbukaan dan demokrasi

Tapi alasannya, DKS 2022 membangun mitra yang baik antar seniman, bukan untuk kelompok sendiri, bukan untuk karyanya sendiri, di Sumenep terdapat ribuan seniman yang butuh perhatian.(Ferry Arbani)

Disclaimer: Tulisan Syaf Anton WR di WGA tidak dilakukan pengeditan sedikitpun.

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *