SUMENEP – Persiapan ibadah haji tahun 2026 telah memasuki babak krusial di Kabupaten Sumenep, Madura. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep memastikan proses screening atau pemeriksaan kesehatan tahap awal calon jemaah haji berjalan lancar dan efisien. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan seluruh jemaah mencapai status istitā’ah (mampu secara kesehatan) tanpa harus terbebani oleh prosedur yang rumit atau jarak yang jauh.
Investigasi mendalam menunjukkan bahwa inovasi layanan jemput bola yang dilakukan Dinkes Sumenep berhasil mempermudah akses kesehatan, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan mereka yang berasal dari wilayah kepulauan.
🏥 Screening Kesehatan Merata di 30 Puskesmas
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumenep, Ahmad Syamsuri, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tahap awal telah dilaksanakan secara serentak pada September lalu. Proses ini melibatkan seluruh jajaran kesehatan daerah.
“Kami sudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara serentak di semua puskesmas pada bulan September. Teman-teman di puskesmas sudah memegang data jemaah, tinggal memanggil dan melakukan pemeriksaan,” ujar Syamsuri.
Pemeriksaan ini dilakukan di 30 puskesmas sesuai dengan kuota jemaah yang diterima dari Kementerian Agama (Kemenag). Seluruh puskesmas, termasuk yang berada di wilayah kepulauan terpencil, menerima data calon jemaah melalui aplikasi resmi, yakni NPA, sehingga proses pemanggilan dan penjadwalan menjadi lebih terstruktur.
🔬 Inovasi Layanan Mobile: Meringankan Beban Jemaah Lansia
Salah satu kendala klasik dalam pemeriksaan kesehatan haji adalah ketersediaan fasilitas diagnostik lanjutan, seperti pemeriksaan radiologi (rontgen) dan tes laboratorium spesifik, yang umumnya hanya tersedia di rumah sakit atau Lapkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) utama.
Dinkes Sumenep mengambil langkah proaktif untuk mengatasi hal ini dengan prinsip “tidak memberatkan calon jemaah.”
Syamsuri menjelaskan bahwa Dinkes menyiapkan solusi layanan bergerak (mobile service) melalui kerja sama resmi (MoU) dengan Lapkesda maupun laboratorium mitra swasta.
Layanan Jemput Bola: “Untuk pemeriksaan yang tidak bisa dilakukan di puskesmas, seperti rontgen, kami datangkan layanan mobile. Petugas dari lapkesda atau lab mitra datang langsung ke puskesmas sesuai jadwal. Jadi jemaah tidak perlu pergi jauh,” jelas Ahmad Syamsuri.
Langkah strategis ini dinilai sangat efektif, terutama mengingat tingginya persentase jemaah lansia di Sumenep. Dengan mendekatkan layanan diagnostik, jemaah dari kecamatan terpencil, termasuk dari pulau-pulau, dapat menyelesaikan seluruh rangkaian screening tanpa perlu melakukan perjalanan yang melelahkan ke pusat kota.
✅ Menuju Istitā’ah dan Pendampingan Kesehatan Berkelanjutan
Tujuan utama dari seluruh rangkaian pemeriksaan ini adalah memastikan bahwa seluruh calon jemaah haji tahun 2026 dinyatakan istitā’ah.
Setelah pemeriksaan tahap awal tuntas, Dinkes Sumenep menyatakan siap melanjutkan tahap pendampingan kesehatan. Ini mencakup pemantauan kondisi kesehatan, pemberian vaksinasi yang diperlukan, hingga edukasi kesehatan yang intensif menjelang keberangkatan.
Prioritas utama Dinkes:
-
Memastikan jemaah dengan Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti diabetes atau hipertensi, dalam kondisi terkontrol.
-
Memberikan saran dan pengobatan preventif terkait potensi penyakit menular selama di Tanah Suci.
-
Memastikan kondisi fisik dan kebugaran jemaah, khususnya lansia, optimal.
“Kami ingin memastikan jemaah, terutama yang sudah lanjut usia, tidak terbebani. Pemeriksaan kami dekatkan ke lokasi masing-masing agar lebih mudah,” tutup Syamsuri, menegaskan komitmen Dinkes Sumenep untuk memberikan pelayanan haji terbaik hingga keberangkatan di tahun 2026.***








