Sumenep Belum Minta Bantuan Air, BPBD Waspada Potensi Kekeringan Memburuk

Terbit: 10 Agustus 2025 | 23:20 WIB

Sumenep, Madura Expose – Situasi anomali melanda Kabupaten Sumenep. Hingga awal Agustus 2025, belum ada satu pun desa yang mengajukan permintaan bantuan air bersih. Padahal, biasanya pada periode yang sama, permintaan sudah mulai berdatangan. Kondisi ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep tetap waspada, mengingat ancaman kekeringan diprediksi justru akan memburuk di masa mendatang.

Kepala BPBD Sumenep, Ach. Laily Maulidy, menyebut fenomena ini sebagai dampak dari “kemarau basah” yang sedang terjadi. Curah hujan yang masih terjadi membuat sumber-sumber air bersih di desa-desa langganan kekeringan masih aman.

“Seperti kita ketahui bersama, Kabupaten Sumenep saat ini masih masuk kategori kemarau basah. Jadi, kondisi kekeringan sebenarnya belum terlihat secara nyata. Biasanya pada bulan Juli kami sudah menerima banyak permintaan bantuan air, tapi sampai hari ini belum ada satu pun desa yang mengajukan,” ungkap Laily, Minggu (10/8/2025).

Meski demikian, Laily menekankan bahwa instansinya tidak akan lengah. BPBD Sumenep terus melakukan pemetaan potensi titik rawan kekeringan di seluruh wilayah. Kewaspadaan ini didasari oleh data tahun lalu, di mana sebanyak 64 desa telah mengajukan permintaan bantuan air bersih karena masuk dalam kategori kering langka dan kering kritis.

Bahkan, BPBD memprediksi bahwa jumlah desa yang terdampak tahun ini berpotensi meningkat. “Kami memiliki dua kategori utama untuk menentukan desa yang berhak mendapat bantuan air, yakni kering langka dan kering kritis. Tahun lalu ada 64 desa yang kami layani, dan tahun ini potensi itu bisa meningkat,” tegasnya.

Untuk menghadapi ancaman yang lebih besar, Laily mengimbau seluruh pemerintah desa agar proaktif memantau kondisi sumber air dan segera melapor jika terjadi penurunan debit air yang signifikan. Langkah ini penting agar BPBD dapat segera menyalurkan bantuan dan mencegah masyarakat mengalami kesulitan air bersih di tengah ancaman kekeringan yang diprediksi akan lebih parah.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *