Strategi 110 Event: Sumenep Jadi Kabupaten dengan Kalender Wisata Terbanyak di Jawa Timur

Terbit: 13 Oktober 2025 | 18:42 WIB

SUMENEP, MADURA – Kabupaten Sumenep resmi mendeklarasikan dirinya sebagai kekuatan baru pariwisata Jawa Timur dengan sebuah strategi yang ambisius: menyelenggarakan 110 event sepanjang tahun 2025. Jumlah ini menempatkan Sumenep sebagai daerah dengan kalender wisata paling padat dan terbanyak di provinsi tersebut, mengalahkan bahkan destinasi wisata yang sudah mapan seperti Kota Batu.

 

Langkah spektakuler ini diambil setelah Sumenep berhasil mencetak rekor fantastis dengan menarik 1,7 juta pengunjung sepanjang tahun 2024. Data yang dirilis oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) ini menjadi bukti keberhasilan strategi promosi berbasis event yang telah diujicobakan.

 

Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohammad Iksan, dengan bangga menjelaskan bahwa konsistensi pelaksanaan event menjadi kunci sukses dalam mendongkrak daya tarik daerah.

 

“Di antara Kabupaten lain di Jawa Timur, Kabupaten Sumenep memiliki event terbanyak, lebih dari 100. Bahkan di kota

Batu tidak menyentuh di angka 80,” ungkap Iksan, (28/12/2024).

 

Membuka Destinasi, Menggerakkan Ekonomi

 

Strategi 110 event bukan sekadar tentang kuantitas, melainkan sebuah rencana komprehensif untuk mendistribusikan wisatawan dan menggerakkan roda ekonomi lokal hingga ke pelosok desa. Ratusan acara tersebut telah dirancang untuk ditempatkan di berbagai destinasi wisata andalan.

 

Iksan menyebutkan, pantai-pantai ikonik Sumenep seperti Pantai Lombang dengan deretan pohon cemara udang yang unik, dan Pantai Slopeng yang terkenal dengan hamparan pasir putihnya, akan menjadi lokasi utama penyelenggaraan beberapa event unggulan.

 

“Jadi event itu sangat menunjang. Ini merupakan capaian dari semua destinasi wisata serta upaya dari para pengelola wisata yang merancang trik agar wisatawan lokal maupun luar daerah tertarik datang ke Sumenep,” tambahnya.

 

Melalui kalender event yang padat ini, Pemkab Sumenep berupaya memastikan bahwa geliat pariwisata tidak hanya dinikmati oleh sektor besar, tetapi juga menjadi penopang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi wisata.

 

Harapan pada Pusat: Aksesibilitas Kunci Pertumbuhan

 

Meskipun memiliki strategi promosi yang kuat, Iksan mengakui bahwa pertumbuhan pariwisata Sumenep masih menghadapi kendala klasik. Oleh karena itu, Disbudporapar berharap penuh pada Pemerintah Pusat untuk membantu perbaikan aksesibilitas menuju lokasi wisata.

 

“Untuk mendukung peningkatan pengelolaan wisata di Sumenep, maka diharapkan ke depan aksesibilitas ke lokasi wisata, utamanya infrastruktur jalan, mendapatkan perbaikan dari Pemerintah Pusat,” tutup Iksan.

 

Dengan komitmen menggelar 110 event di tahun 2025, Sumenep kini bukan hanya menjual keindahan alamnya, tetapi juga menjanjikan pengalaman budaya dan hiburan yang berkelanjutan, menobatkan dirinya sebagai pemimpin baru dalam inovasi pariwisata di Jawa Timur.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *