Sukses Pariwisata Sumenep: Kunjungan Tembus 1,7 Juta di 2024, Siap Gelar 110 Event 2025

Terbit: 13 Oktober 2025 | 17:58 WIB

SUMENEP, MADURA – Kabupaten Sumenep di ujung timur Pulau Madura, secara perlahan namun pasti, mulai melepaskan diri dari citra “daerah transit” menuju destinasi wisata yang wajib dikunjungi.

 

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kebudayaan, Pemuda Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Sumenep berhasil mencetak rekor mengesankan sepanjang tahun 2024 dengan total 1,7 juta pengunjung. Angka ini bukan hanya statistik, melainkan cerminan dari geliat pariwisata yang kini menjadi denyut nadi baru perekonomian lokal.

 

Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohammad Iksan, menjelaskan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak dan penerapan strategi kreatif.

 

“Kunjungan wisatawan ini dicapai dengan berbagai event yang dilaksanakan di tempat wisata, serta upaya pengelola yang merancang trik agar wisatawan lokal maupun luar daerah tertarik datang ke Sumenep,” ungkap Iksan, (28/12/2024).

 

Strategi “Banjir” Event: Lebih dari 100 Acara di Tahun 2025

 

Untuk mempertahankan momentum dan meningkatkan daya tarik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah menyiapkan strategi agresif untuk tahun 2025, yaitu penyelenggaraan 110 event. Program event yang masif ini bertujuan untuk mendistribusikan wisatawan ke berbagai destinasi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat secara merata.

 

Mohammad Iksan dengan bangga menyoroti keunggulan Sumenep dalam kalender event ini dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.

“Di antara Kabupaten lain di Jawa Timur, Kabupaten Sumenep memiliki event terbanyak, lebih dari 100. Bahkan di kota sebesar Batu pun angkanya tidak menyentuh di angka 80,” paparnya.

 

Ratusan event ini tidak hanya berpusat di pusat kota, tetapi akan disebar di destinasi unggulan, termasuk di pantai legendaris seperti Pantai Lombang dengan cemara udangnya yang khas, dan Pantai Slopeng dengan hamparan pasir putih yang eksotis. Penempatan event di lokasi wisata diyakini menjadi katalisator kuat untuk meningkatkan daya tarik dan lama tinggal wisatawan.

 

Menanti Sentuhan Pusat: Harapan Perbaikan Aksesibilitas

 

Meskipun berhasil menorehkan angka kunjungan fantastis, Sumenep masih menghadapi tantangan mendasar yang dapat menghambat laju pertumbuhan pariwisatanya: infrastruktur dan aksesibilitas.

 

Iksan secara khusus menyampaikan harapan kepada Pemerintah Pusat untuk memberikan perhatian lebih pada perbaikan infrastruktur jalan menuju lokasi-lokasi wisata. Perbaikan aksesibilitas ini dianggap krusial untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan, sehingga pengalaman berkunjung menjadi lebih mulus.

 

“Untuk mendukung peningkatan pengelolaan wisata di Sumenep, maka diharapkan ke depan aksesibilitas ke lokasi wisata, utamanya infrastruktur jalan, mendapatkan perbaikan dari Pemerintah Pusat,” tutupnya.

 

Dengan kekayaan budaya, keindahan pantai, dan keberanian Pemkab merancang 110 event, Sumenep tidak hanya menawarkan liburan, tetapi juga kisah sukses tentang bagaimana sebuah daerah mampu mengubah potensi alam menjadi lokomotif ekonomi yang menjanjikan.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Memoles Tuah Janur di Pantai Lombang

Terbit: 27 Maret 2026 | 21:28 WIB SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tradisi lokal menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 di Pantai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *