Soal Nikah, Wanita Saudi Labih “bersyahwat” Pria Asing

Terbit: 11 Maret 2015 | 16:52 WIB

SEBUAH fakta mengejutkan datang dari Arab Saudi. Para wanita muda yang melajang di negeri minyak petrodollar itu ternyata lebih menginginkan menikah dengan pria asing.

“Banyak wanita muda yang takut menikah dengan laki-laki Saudi karena tingginya tingkat perceraian dan pembatasan sosial,” Hady Makki, seorang perawat rumah sakit, mengatakan kepada Arab News. “Banyak yang ingin melakukan perjalanan (ke luar negeri) dan mengejar gaya hidup yang lebih terbuka. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan dalam masyarakat mereka.”

Suad Ali, seorang wanita Saudi yang menikah dengan seorang ekspatriat Arab, mengatakan pernikahan antarbudaya lebih sering terjadi di kota-kota seperti Makkah, Jeddah, Madinah dan Taif, terutama berkat interaksi ketika pelaksanaan haji dan umrah.

Sebaliknya, perempuan di Riyadh dan wilayah selatan lainnya masih erat menggenggam keinginan untuk menikahi dengan pria asal Saudi asli.

Konsultan hukum Abdulaziz Dashnan mengatakan bahwa pria Kuwait ada di daftar teratas yang ingin dinikahi oleh wanita Saudi, demikian menurut statistik studi 2012.

Namun, satu hal pasti, dari sekian banyak perempuan Saudi yang menikahi pria asing, tak ada yang menikahi pria nonArab. “Sementara menikah dengan pria non-Saudi mungkin mimpi yang menjadi kenyataan bagi sebagian wanita Saudi,” ujar Dashnan.

Namun tak urung, Dashnan juga memperingatkan para perempuan Saudi untuk tidak menjadi “mangsa” laki-laki yang hanya mengejar uang mereka.

Dengarlah Nora, perempuan Saudi yang menikah dengan pria asing, menyatakan ia menyesal dengan keputusannya. Ia mengatakan ia telah dia ditipu.

“Saya berharap saya mendengarkan saran kerabat saya ,” katanya.

Khairiyah Ali, wanita lain Saudi, mengatakan ia dan anak-anaknya terlempar dalam krisis keuangan setelah suami asingnya nya dijebloskan ke penjara menyusul perselisihan dengan sponsornya.

(sa/Isl-Pos)

 

 

Dinukil dari Islam Pos

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Lebaran dr. Tifa: Antara Langkah Sunyi, Luka yang Sakral, dan Kemenangan Hati

Terbit: 19 Maret 2026 | 20:10 WIB SUMENEP – Di tengah gempita perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah pesan kontemplatif datang dari sosok intelektual dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa). Melalui…

Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial

Terbit: 17 Maret 2026 | 23:21 WIB JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan nasional, kini berubah menjadi ujian kesabaran bagi jutaan masyarakat. Kendala klasik berupa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *