SILATURRAHIM POTOH DAN HAUL AKBAR IV KYAI MUHAMMAD ROWI DI PP ASSADAD AMBUNTEN SUMENEP

Terbit: 24 Maret 2021 | 21:05 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com) –

Hari ini (24/03/21) bertempat di Pondok Pesantren Assadad Ambunten Timur Sumenep kembali dilaksanakan Haul Akbar ke-4 dan Silaturrahim Potoh Kyai Muhammad Rowi atau yang dikenal Bhuju’ Langgar Assem berjalan lancar dan penuh khidmat.

Haul yang digelar tiap tahun itu dihadiri kurang lebih 1500 potoh yang datang dari berbagai daerah. Selain dari Madura sendiri, keturunan Kyai Rowi yang tersebar di berbagai wilayah turut hadir mensukseskan acara ini seperti Surabaya, Pasuruan, Malang, Jember, Situbondo, Bekasi dan lain-lain.

Sekedar diketahui bahwa Kyai Rowi berasal dari Saregading Ambunten hijrah ke daerah Duko Ketawang Laok Kecamatan Guluk-Guluk kemudian mempunyai putera delapan orang, tetapi yang mempunyai keturunan antara lain : K. Dzulqiya, K. Baihaqi, K. Badrun, K. Damah dan K. Tuha. Dari lima orang inilah kemudian menyebar di berbagai wilayah nusantara. Maka untuk menghimpun potoh yang hampir memasuki generasi sembilan kemudian dibentuk wadah bernama Kompolan Potoh Kyai Muhammad Rowi yang saat ini memasuki tahun keempat sejak didirikan tahun 2017.

Hadir di acara haul kali ini KH. Ahmad Azaim Ibrohimi Situbondo, KH. Abd Hafidz Lazim Jember, Dr. Al-Habib Segaf bin Hasan Baharun Pasuruan, KH Ramdlan Siradj, Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, dan masyayikh serta Habaib dari berbagai daerah.

Shohibul bait, KH. Thaifur Ali Wafa sebagai generasi keempat dalam sambutannya mengatakan sangat senang dengan adanya haul ini sehingga bisa mengetahui silsilah leluhur untuk dapat ditiru sejarah hidupnya. Dalam bahasa Madura beliau berpesan “jhe’ ngambhuagi calo’ elang” artinya hanya mengetahui mengaku keturunan orang saleh tapi tidak dapat meniru jejaknya. Lanjut beliau “Mertua saya K. Abdullah Schal suatu ketika berwasiat bahwa orang mengetahui leluhurnya sampai tujuh ke atas dan bertawassul akan selalu menemukan jalan keluar dan dijauhkan dari segala musibah.”

Dalam kesempatan mau’idzah hasanah, Habib Segaf Baharun mengajak semua potoh yang hadir agar sering ziarah kubur dan meneladani Kakeknya Kyai Rowi yang betul-betul melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya sebagai hamba yang taat sehingga mempunyai keturunan yang saleh. “Jika ingin memiliki keturunan yang saleh maka harus seperti kakek kita yang bisa menjadi uswatun hasanah dan dapat meneladani dalam segala hal.” Ungkapnya. Beliau menambahkan “Jika seorang hamba melakukan ketaatan, maka Allah SWT ridha, apabila Allah ridha maka keberkahan akan melimpah hingga keturunan ketujuh, begitupun sebaliknya jika melakukan kemaksiatan, maka Allah akan murka dan melaknat sampai tujuh turunan.”

Di sisi lain, Muhammad Sahli Hamid sekretaris kegiatan Haul bertutur “Haul kali ini sungguh luar biasa, selain dihadiri para masyayikh dan habaib serta potoh dari berbagai lapisan, ada makna lain yang sangat berkesan, Kyai Thaifur bukan saja sebagai tuan rumah, tetapi beliau bersama Bu Nyai turun sendiri mengangkat kursi , mengatur dan mengkondisikan lapangan. Suatu pemandangan yang tak lazim.” Sahli juga berujar “Beliau betul-betul suri tauladan, sehingga semua panitia merasa risih dan sungkan.” Pungkasnya.(*)

Editor: Ferry Arbania/Fathol Bari /R.Mas Kanjeng Pertiwi

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

    Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

    Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

    Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *