BANGKALAN, maduraexpose.com – Prestasi tidak pernah bertanya siapa orang tuamu atau apa pekerjaan kakekmu. Hal ini dibuktikan dengan sangat manis oleh Shella Es Sabrina Wangzah, bocah berusia 5 tahun asal Desa Longkek, Galis, Bangkalan.
Meski merupakan cucu dari seorang sopir angkot (lyn) rute Joyoboyo-JMP Surabaya, Shella membuktikan bahwa langkah kakinya di atas catwalk tidak kalah gagah dengan mereka yang lahir di atas karpet merah.
Belajar ‘Nyentrik’ Lewat YouTube
Lahir pada 9 April 2020, putri pasangan Abdul Mukti dan Indri Wangzah ini memang sudah terlihat “berbeda” sejak dini. Sang ayah bercerita bahwa Shella sering “bersemedi” di depan YouTube bukan untuk nonton kartun, melainkan belajar make up secara otodidak.
“Kadang hasilnya bikin kami sekeluarga tertawa karena dandanannya yang unik, tapi dari situ kami lihat dia punya tekad baja,” kenang Abdul Mukti dengan nada bangga.
Borong Piala: Dari Bangkalan hingga Surabaya
Jangan remehkan ukuran tubuhnya yang mungil. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, siswi TK Plus Al Ibrohimy Galis ini sudah punya koleksi piala yang bikin lemari penuh:
Juara 1 Putri Batik Bangkalan 2025.
Juara 3 Mom and Kids Fashion Kebaya Bangkalan.
Putri Cilik Citra 3 di Bangkalan.
Juara 2 Miss & Mister To Brand Ambassador Celebrity 2026 di Surabaya.
Siap Taklukkan Panggung Nasional Besok!
Kini, “Bocah Ajaib” ini tidak hanya membawa nama keluarga, tapi juga membawa martabat Kabupaten Bangkalan dan Jawa Timur. Mulai besok, 13 hingga 15 Februari 2026, Shella akan bertarung di ajang bergengsi Mr & Mrs Heritage Indonesia tingkat Nasional di Surabaya.
“Impian menjadi model internasional mungkin terdengar tinggi bagi cucu sopir angkot. Tapi kami ajarkan Shella, bahwa mimpi itu gratis, yang mahal adalah keberanian untuk mengejarnya,” pungkas Mukti.
Mari kita kirimkan doa dan dukungan terbaik untuk Shella. Semoga dari Galis, lahir bintang baru yang akan bersinar di kancah dunia!
[KoMa/Tim/Red]






