Seleksi Modern PDI Perjuangan Jatim: Mencari Pemimpin Berbasis Kapabilitas, Bukan Kedekatan

Terbit: 5 September 2025 | 05:27 WIB

SURABAYA — PDI Perjuangan (PDI-P) kembali menunjukkan komitmennya untuk melakukan pembenahan internal secara serius dan sistematis. Sebanyak 24 calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jawa Timur mengikuti psikotes daring yang diselenggarakan oleh DPP Partai pada Kamis (4/9/2025).

 

Proses ini menandai sebuah evolusi penting dalam rekrutmen politik, di mana kapabilitas dan kredibilitas diukur secara ilmiah, bukan lagi semata-mata berdasarkan kedekatan personal.

 

 

Psikotes sebagai Instrumen Objektif

 

Menurut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno, psikotes ini merupakan alat ukur yang terukur untuk menilai potensi kepemimpinan para kader.

 

“Kami ingin memastikan yang memimpin DPC dan DPD nantinya adalah kader-kader terbaik yang lahir dari proses kaderisasi dan seleksi yang adil dan profesional,” ujar Untari.

 

 

Langkah ini sejalan dengan tren modernisasi partai politik yang mulai meninggalkan praktik-praktik lama yang rentan terhadap nepotisme. Kerja sama dengan Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) menunjukkan keseriusan PDI-P untuk menggunakan metodologi ilmiah dalam menjaring pemimpin.

 

Hal ini juga memberikan validitas dan akuntabilitas yang lebih tinggi pada proses seleksi, karena data psikologis yang terekam dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

 

 

Menghilangkan “Jalur Orang Dalam” dan Memperkuat Loyalitas

 

Proses seleksi yang transparan ini memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, untuk menghilangkan “jalur orang dalam” yang sering kali menjadi hambatan bagi kader-kader potensial untuk menempati posisi strategis.

 

Kedua, untuk menjaring calon ketua yang tidak hanya memiliki kapabilitas dan kredibilitas, tetapi juga loyal kepada partai dan, yang terpenting, disayangi oleh masyarakat.

 

 

Untari menambahkan bahwa seluruh PAC dan DPC di Jatim ditargetkan untuk menyetorkan nama calon ketua paling lambat tanggal 6 September 2025, memastikan seluruh kandidat dapat mengikuti tahap psikotes yang telah dijadwalkan. Ini mencerminkan komitmen partai untuk melaksanakan proses seleksi secara menyeluruh dan adil.

 

 

Pada akhirnya, langkah PDI-P Jatim ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah transformasi fundamental dalam budaya politik. Dengan mengedepankan profesionalisme dan data yang terukur, partai ini berupaya menghasilkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya cakap, tetapi juga memiliki integritas dan dukungan kuat dari akar rumput.

 

Ini adalah sebuah investasi jangka panjang untuk menjaga relevansi dan kepercayaan publik di tengah dinamika politik yang semakin kompleks.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *