Sebelum Lift Gedung DPRD Sumenep Rusak, Proyek Rp 100 Miliar Ini Telah Dilaporkan ke KPK

Terbit: 3 September 2025 | 20:16 WIB

SUMENEP – Kualitas proyek pembangunan Gedung DPRD Sumenep yang menelan anggaran fantastis Rp 100 miliar kini menjadi sorotan tajam setelah lift gedung tersebut dilaporkan rusak dan sempat menjebak seorang staf.

 

Insiden ini, yang terjadi pada Senin (11/8/2025), seolah menjadi bukti nyata dari dugaan kejanggalan yang sebelumnya telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 6 September 2024.

 


 

Kronologi Permasalahan: Dari Laporan ke KPK hingga Insiden Lift

 

6 September 2024: Jauh sebelum lift tersebut macet, Ikatan Keluarga Mahasiswa Madura (IKMM) telah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan gedung DPRD Sumenep ke Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK RI.

 

Sekretaris Jenderal IKMM, M. Gazali, saat itu mendesak KPK untuk mengaudit anggaran proyek senilai Rp 100,19 miliar yang dinilai penuh kejanggalan.

 

Laporan ini juga menyebut beberapa nama yang dianggap bertanggung jawab, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Eri Susanto, mantan Ketua DPRD Abdul Hamid Ali Munir, hingga Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

 

 

11 Agustus 2025: Dugaan kejanggalan yang dilaporkan IKMM setahun sebelumnya kini seolah menemukan validasinya. Lift di gedung DPRD Sumenep, yang seharusnya menjadi fasilitas modern, dilaporkan rusak. Seorang staf bahkan sempat terjebak di dalamnya selama dua jam.

 

Peristiwa ini memicu desakan dari Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri, agar kontraktor pelaksana, PT Urban, segera melakukan perbaikan karena gedung tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

 

 


 

Ironi Kualitas di Balik Angka Fantastis

 

Pihak PT Urban, melalui Divisi Teknik Ryan Adi Susilo, memberikan respons yang membingungkan. Ia menyebut kerusakan lift sering terjadi dan disebabkan oleh “kesalahan pemakaian.” Namun, klaim ini terasa ganjil dan kontradiktif, mengingat usia gedung yang belum genap setahun.

 

 

Insiden ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi juga tamparan keras bagi kredibilitas proyek yang telah menghabiskan uang rakyat dalam jumlah besar.

 

Ketika mahasiswa jauh-jauh datang ke Jakarta untuk melapor ke KPK karena menduga adanya korupsi, dan kini di lapangan ditemukan bukti visual dari buruknya kualitas—seperti lift yang rusak—maka dugaan-dugaan tersebut terasa semakin kuat.

 

 

Masyarakat kini menanti-nanti tindak lanjut dari laporan IKMM dan berharap insiden lift ini menjadi pemicu bagi KPK untuk segera melakukan investigasi mendalam.

 

Sebab, apa artinya proyek ratusan miliar jika akhirnya hanya menjadi monumen dari sebuah ironi: sebuah gedung megah yang gagal berfungsi.

 

 

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sinyal Keras Legislator untuk Bupati

Terbit: 16 April 2026 | 11:23 WIB SUMENEP – Gedung parlemen Sumenep memanas. Sebanyak tujuh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep secara resmi menyampaikan Pandangan Umum (PU)…

Sekda dan Pimpinan OPD Hadiri Paripurna Prolegda 2026

Terbit: 11 April 2026 | 19:45 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Kehadiran jajaran eksekutif yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) serta pimpinan OPD dalam Rapat Paripurna DPRD Sumenep menjadi simbol harmonisasi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *