Santri Puncak Darussalam Juara 1 Khitobah ASEAN: Ferry Arbania dan Keluarga Besar Bani Rowi Berbangga

Terbit: 12 Oktober 2025 | 01:35 WIB

PAMEKASAN – Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Puncak Darussalam, Pamekasan, Madura. Ahmad Muzakki, salah satu santri terbaiknya, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Lomba Khitobah (Pidato Bahasa Arab) se-ASEAN dalam ajang bergengsi Kalijaga Arabic Fest (KAF) 2025 yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

Prestasi ini mendapat apresiasi khusus dari keluarga besar Bani Rowi atau keturunan Kiai Muhammad Rowi GherAssem. Pasalnya, baik santri yang berprestasi, Pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam, hingga pengurus organisasi keturunan Kiai Rowi memiliki tali nasab yang sama.

 

Ferry Arbania Sampaikan Selamat Khusus

 

Ferry Arbania, Koordinator Bagian Advokasi, Komunikasi dan Media Kompolan Potoh Kiai Muhammad Rowi (Bhuju’ GherAssem) Priode 2025-2029, secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukurnya atas capaian ini.

“Alhamdulillah, kami turut bersyukur atas prestasi yang diberikan Allah kepada salah satu santri terbaik Ponpes Puncak Darussalam Pamekasan, semoga menjadi penyemangat bagi generasi pesantren lainnya untuk majunya peradaban Islam di masa yang akan datang,” ujar Ferry Arbania, Ahad 12 Oktober 2025.

 

Ferry Arbania, yang juga dikenal sebagai penyiar radio dan jurnalis senior ini, memiliki pertalian darah dengan Pengasuh Ponpes Puncak Darussalam, RKH Abdul Hannan Tibyan, melalui jalur nasab Kiai Muhammad Rowi (GherAssem). Kiai Rowi GherAssem adalah Ulama besar  yang keturunannya tersebar luas, menjadikan kemenangan Muzakki sebagai kebanggaan kolektif.

 

Buah Disiplin dan Tradisi Intelektual Pesantren

 

Kemenangan Ahmad Muzakki, santri kelas XI dan anggota aktif Markaz al-Lughah al-‘Arabiyyah (MLA) di pesantren tersebut, membuktikan bahwa semangat pesantren Madura mampu menembus batas regional.

 

Ust. Abd Wahid, Muassis MLA, menyampaikan bahwa prestasi ini adalah buah dari disiplin panjang dan tradisi intelektual yang hidup di pesantren.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Ahmad Muzakki. Ini bukti bahwa kesungguhan dalam menuntut ilmu dan berjuang di bidang bahasa Arab tidak pernah sia-sia,” kata Ust. Wahid pada Sabtu (11/10/2025).

 

Menurutnya, di Puncak Darussalam, bahasa Arab bukan sekadar mata pelajaran, tetapi dihidupkan dalam keseharian sebagai bahasa peradaban dan ibadah. Muzakki sendiri dikenal memiliki kemampuan retorika yang memukau dan berhasil memukau dewan juri KAF 2025 dengan orasi yang mengangkat tema keagungan bahasa Arab.

 

Capaian ini juga disebut menggemakan dawuh (pesan) mendalam dari Pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam, KH. Abdul Hannan Tibyan, yang juga merupakan keturunan Bani Rowi: “Tidak ada perjuangan yang sia-sia, kecuali disia-siakan.”

 

Kemenangan Ahmad Muzakki menjadi penanda bahwa semangat berkompetisi di dunia pesantren kini telah merambah ke panggung akademik tingkat ASEAN. Dari Madura untuk peradaban, dari pesantren untuk umat.

 

[Khazaimah Alfath/Nadayana Putri]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Beli Elpiji 3 Kg Pakai Retina Mata? Said Abdullah: Jangan Hamburkan Anggaran!

Terbit: 6 April 2026 | 23:20 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melemparkan usulan revolusioner guna membendung kebocoran subsidi energi yang kian membengkak. Politisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *