
SUMENEP – Laut Kepulauan Kangean kini bukan hanya menyimpan cadangan minyak dan gas. Ia tengah menyimpan bara konflik yang siap meletup, melibatkan korporasi raksasa PT Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd dengan masyarakat lokal.
Di tengah ketegangan yang memanas ini, Wakil Ketua DPRD Sumenep, M. Syukri, melayangkan sinyal bahaya keras. Jika dibiarkan berlarut, potensi benturan fisik dan krisis kepercayaan yang merobek stabilitas sosial Sumenep akan menjadi kenyataan.
Suara Keras dari Tanah Suci
M. Syukri, politisi yang baru saja kembali dari Tanah Suci, tak butuh waktu lama untuk mencium aroma krisis di kampung halamannya. Alih-alih menikmati kepulangan, ia langsung menanggapi dinamika panas terkait rencana survei uji seismik PT KEI. Syukri menduga ada kelalaian fatal dari dua pihak otoritas: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
“Dalam kondisi seperti ini, SKK Migas dan Pemkab harus turun langsung ke lapangan. Jangan sampai masyarakat merasa dibiarkan menghadapi persoalan sendiri,” ujarnya dengan nada tegas kepada wartawan.
Permintaan untuk turun tangan ini bukan sekadar seruan mediasi. Ini adalah desakan politik agar negara segera hadir sebelum masalah investasi hulu migas bergeser menjadi tragedi sosial. Penolakan masyarakat, menurut Syukri, adalah refleksi dari pertimbangan kuat, bukan sekadar resistensi buta.
Gagalnya Transparansi, Lahirnya Ketidakpercayaan
Jantung polemik ini terletak pada minimnya sosialisasi yang komprehensif. Masyarakat di Kepulauan Kangean merasa tidak dilibatkan dan diabaikan dalam proses yang secara langsung memengaruhi sumber kehidupan mereka, laut.
Syukri menyayangkan pihak terkait—baik perusahaan maupun otoritas—gagal menjalankan asas transparansi. Sosialisasi yang seadanya hanya menumbuhkan kecurigaan, bukan kesepahaman.
“Masyarakat perlu penjelasan komprehensif dari SKK Migas dan Pemkab. Jangan sampai mereka merasa tidak dilibatkan dalam proses yang menyangkut wilayah tempat tinggal mereka,” tegasnya, menekankan hak mendasar warga untuk mengetahui dampak utuh dari kegiatan eksplorasi migas.
Ancaman Stabilitas di Balik Janji Investasi
Dalam situasi genting ini, Syukri menuntut agar seluruh kegiatan survei dihentikan sementara waktu. Desakan ini bukan untuk menghambat investasi, melainkan untuk mencegah jatuhnya korban akibat gesekan di lapangan.
“Sebelum semuanya jelas, hentikan dulu aktivitas di lapangan. Jangan biarkan ada benturan antara masyarakat dan perusahaan,” pintanya.
Inilah inti dari bahaya yang mengintai Sumenep: Pemerintah daerah, yang diwakili oleh tanggapan singkat Kepala Bagian Perekonomian Setda Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, yang hanya berfokus pada “iklim investasi,” seolah-olah mengabaikan iklim sosial yang sedang terancam.
“Kami tidak ingin muncul kesan negatif terhadap iklim investasi di Sumenep. Semoga semuanya bisa diselesaikan dengan baik dan kepala dingin,” kata Dadang.
Tanggapan singkat ini, yang memilih fokus pada investasi ketimbang kerentanan warga, justru memperparah krisis kepercayaan. Tugas utama pemerintah adalah menjaga stabilitas sosial, bukan hanya mengamankan kepentingan korporasi. Jika pemerintah terus bersikap pasif, masyarakat akan melihatnya bukan sebagai penengah, tetapi sebagai kepanjangan tangan perusahaan.
Kini, bola panas konflik ada di tangan SKK Migas dan Pemkab Sumenep. Setiap hari tanpa dialog terbuka adalah perpanjangan waktu bagi eskalasi konflik. Kelambanan dalam merespons ketegangan di Kangean bukan hanya merusak reputasi PT KEI, tetapi berpotensi menciptakan preseden buruk: bahwa suara rakyat di Sumenep dapat diabaikan demi kepentingan hulu migas. Itulah bahaya paling nyata yang kini mengintai ujung timur Madura.

![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)