Rumor Duet Achmad Fauzi-Imam Hasyim Menguat, Power Nyai Eva Tak Bisa Diremehkan

Terbit: 16 Juni 2024 | 20:23 WIB

Tokoh bijak mengatakan, “Politik itu seperti pemain catur, kadang-kadang harus membiarkan lawan bergerak lebih dulu agar bisa menang.” Tak terkecuali dalam pertaruangan Pilkada Sumenep yang sudah didepan mata.

Sejauh ini, PDI Perjuangan telah memiliki kendali lebih besar dalam menentukan pasangan calonnya, setelah diperkuat dengan jumlah kursi legislatif yang mencapai 11 kursi hasil Pileg 14 Feberuari 2024 lalu. Dengan demikian, partai besutan Megawati itu bisa lebih leluasa menentukan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati tanpa melakukan koalisi dengan partai politik (parpol) lain.

Ibarat beramin catur, PDI Perjuangan berhasil “menggoda” sejumlah elit PKB Sumenep mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Bupati melalui parpol berlambang banteng tersebut. Hal itu tak sedikit mengundang kontroversi dari banyak kalangan, bagaimana mungkin politisi PKB Sumenep yang nota bener memiliki 10 kursi DPRD (yang bisa mengusung kadernya sendiri) justru memilih “nyebrang” ke parpol lain. Para elit PKB Sumenep yang mendaftara Cawabup PDI Perjuangan itu antara lain Hamid Ali Munir, Nurfitriana dan Herman Dali Kusuma.

Dengan mendaftarnya sejumlah elit PKB Sumenep menjadi Cawabupnya Achmad Fauzi di Pilkada Sumenep ini, banyak yang menilai hal itu sangat menguntungkan bagi Calon Bupati Petahana. “Tes Ombak” sebagaimana kita analogikan dengan permainan catur, maka ketika banyak pihak yang mencoba menyerang capaian kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi yang nota bene Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, maka secara tidak langsung, calon petahana mendapat legitimasi kepempinpinannya berhasil [seolah] tanpa “opposition” dari parpol yang selama ini menjadi rival politiknya.

Terbaru, beredar rumor yang sangat kuat tentang munculnya paslon Pilkada Sumenep yang menyandingkan Achmad Fauzi Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep sebagai Cabup Petahana dengan KH Imam Hasyim Ketua DPC PKB Sumenep sebagai Cawabup. Sayangnya hal itu belum terkonfirmasi secara resmi kepada kedua belah pihak.

Jika benar rumor tentang pencalonan Achmad Fauzi-Imam Hasyim menjadi kenyataan, maka dipastikan akan banyak kontroversi diantara kedua kader parpol besar tersebut. Belum lagi soal nasib Dewi Khalifah yang akan ditinggal PDI Perjuangan. Padahal politisi perempuan yang kerap disapa Nyai Eva memiliki basis massa yang sudah mengakar kuat, terutama dikalangan muslimat NU di ujung timur pulau Madura tersebut. Belum lagi, keluarga besar dari Pondok Pesantren Aqidah Usmuni Terate itu juga sangat dekat dengan Khofifah Indar Parawansa, mantan Gubernur Jatim.

Andaikata Nyai Eva ditinggal PDI Perjuangan pada Pilkada Sumenep 2024, banyak pihak mendukung agar tokoh berpengaruh itu “tidak menyerah” dan segera melakukan lobi politik dengan sejumlah tokoh parpol lain, semisal dengan Partai Gerindra dan sejumlah parpol lainnya untuk berkoalisi. Bukan mustahil apabila terjadi koalisi parpol yang bisa mengusung paslon KH Ilyasi Siraj- Dewi Khalifah untuk maju melawan petahana. [*]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Menata Kata di Mimbar Damai

Terbit: 15 April 2026 | 00:00 WIB JAKARTA – Diskursus publik kembali menghangat menyusul pelaporan tokoh nasional Jusuf Kalla (JK) oleh sejumlah organisasi kepemudaan lintas iman terkait petikan ceramahnya di…

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *