Scroll untuk baca artikel
Catatan RedaksiEditor's ChoiceHeadline News

Rumor Duet Achmad Fauzi-Imam Hasyim Menguat, Power Nyai Eva Tak Bisa Diremehkan

Avatar photo
461
×

Rumor Duet Achmad Fauzi-Imam Hasyim Menguat, Power Nyai Eva Tak Bisa Diremehkan

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ferry Arbania

Tokoh bijak mengatakan, “Politik itu seperti pemain catur, kadang-kadang harus membiarkan lawan bergerak lebih dulu agar bisa menang.” Tak terkecuali dalam pertaruangan Pilkada Sumenep yang sudah didepan mata.

Sejauh ini, PDI Perjuangan telah memiliki kendali lebih besar dalam menentukan pasangan calonnya, setelah diperkuat dengan jumlah kursi legislatif yang mencapai 11 kursi hasil Pileg 14 Feberuari 2024 lalu. Dengan demikian, partai besutan Megawati itu bisa lebih leluasa menentukan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati tanpa melakukan koalisi dengan partai politik (parpol) lain.

Ibarat beramin catur, PDI Perjuangan berhasil “menggoda” sejumlah elit PKB Sumenep mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Bupati melalui parpol berlambang banteng tersebut. Hal itu tak sedikit mengundang kontroversi dari banyak kalangan, bagaimana mungkin politisi PKB Sumenep yang nota bener memiliki 10 kursi DPRD (yang bisa mengusung kadernya sendiri) justru memilih “nyebrang” ke parpol lain. Para elit PKB Sumenep yang mendaftara Cawabup PDI Perjuangan itu antara lain Hamid Ali Munir, Nurfitriana dan Herman Dali Kusuma.

Dengan mendaftarnya sejumlah elit PKB Sumenep menjadi Cawabupnya Achmad Fauzi di Pilkada Sumenep ini, banyak yang menilai hal itu sangat menguntungkan bagi Calon Bupati Petahana. “Tes Ombak” sebagaimana kita analogikan dengan permainan catur, maka ketika banyak pihak yang mencoba menyerang capaian kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi yang nota bene Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, maka secara tidak langsung, calon petahana mendapat legitimasi kepempinpinannya berhasil [seolah] tanpa “opposition” dari parpol yang selama ini menjadi rival politiknya.

------------------------