Pilkada Sumenep: Nasib Achmad Fauzi PDIP “Tanpa Jokowi”

Terbit: 14 Juni 2024 | 05:27 WIB

Pertarungan Pilkada Sumenep 2024 diprediksi akan berlangsung “dramatis” pasca kekalahan PDI Perjuangan dalam Pilpres 14 Februari 2024.

Banyak pihak memprediksi Nasib PDIP di Pilkada 2024 Tanpa Jokowi menjadi tantangan tersendiri, termasuk peluang dalam memenangkan Calon Bupati Petahana yang saat tak lain adalah Achmad Fauzi, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep.

Tanpa dukungan Jokowi, peran seorang Said Abdullah yang merupakan paman dari Bupati Achmad Fauzi diprediksi tidak akan berpengaruh signifikan di Sumenep. Belum lagi munculnya sosok KH Ilyasi Siraj Ketua DPC Gerindra yang merupakan adik kandung mantan Bupati Sumenep KH Ramdlan Siraj yang memiliki pengaruh besar di Kota Keris tersebut.

Kendati ini hanya prediksi, sosok Achmad Fauzi juga tak bisa diremehkan karena karir politiknya cukup panjang, setelah sebelumnya menjabat Wakil Bupati mendampingi Bupati Busyro Karim pada priode sebelumnya.

Mengutip laporan rakyatempatlawang.bacakoran.co dari Forum Keadilan yang tayang pada Sabtu (18/5/2024) menyebutkan pandangan Prof Lili Romli, Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bahwa “hilangnya” sosok Jokowi bisa berdampak pada perolehan suara PDIP di Pilkada.
“Bisa saja memang tanpa ada Jokowi akan berdampak negatif bagi pemenangan dalam pilkada. Namun, saya kira PDIP dan para pimpinannya sudah memperhitungkan apa dampak atau akibatnya.
Tanpa Jokowi, bisa jadi juga tumbuh militansi dari para kader PDIP,” ujar Lili kepada *Forum Keadilan* dikutip dari rakyatempatlawang.bacakoran.co pada Sabtu (18/5/2024).

Beratnya perjuangan PDIP Sumenep menghadapi Pilkada 2024 ini makin terasa dengan munculnya narasi kebangkitan Santri yang digaungkan oleh politisi muda KH Ali Fikri yang sekaligus mengusung tema “Perubahan”. Saudara kandung Ra Mamak ini mendapat dukungan dari banyak pihak karena dianggap mampu melanjutkan peran politik Alm. KH A.Wairits Ilyas yang semasa hidupnya sangat disegani, pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Sumenep dan tiga kali (priode) menjabat Ketua DPC PPP Sumenep.

Hal yang paling berkesan adri sosok kepemimpinan KH. Warits Ilyas saat itu adalah keberaniannya dalam penataan PPP. Pihaknya berkomitmen betindak kritis, mengatakan yang salah tetap salah, dan yang benar tetap benar, sekalipun itu menyangkut pola pemerintahan di Kabupaten Sumenep.

Sosok KH Ali Fikri pernah bertarung melawang Achmad Fauzi mendampingi Fattah Jasin pada Pilkada Sumenep 2020 silam. Dan kini, namanya kerap disandingkan dengan sosok politisi PKB senior KH Unais Ali Hisyam, diharapkan mendapatkan rekom parpol untuk melawan calon petahana.

Selain KH Ali Fikri dan KH Unais Ali Hisyam, ada sosok Kiai berpengaruh lainnya yang diyakini mampu menandingi Calon petahana, yakni KH Ilyasi Siraj, Ketua DPC Gerindra Sumenep yang pernah berkiprah di Senayan sebagai Anggota DPR RI.

Peluang KH Ilyasi Siraj menjadi rival terberat Achmad Fauzi di Pilkada Sumenep sangat terbuka lebar dengan posisinya sebagai Ketua DPC Gerindra, parpol besar yang telah mengantarkan Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih hasil Pilpres 14 Februari 2024. “Mari kita tunggu hasil koalisi petinggi parpol ini selanjutnya”. ***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Menata Kata di Mimbar Damai

Terbit: 15 April 2026 | 00:00 WIB JAKARTA – Diskursus publik kembali menghangat menyusul pelaporan tokoh nasional Jusuf Kalla (JK) oleh sejumlah organisasi kepemudaan lintas iman terkait petikan ceramahnya di…

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *