SUMENEP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep kembali menegaskan peran strategisnya sebagai organisasi yang responsif terhadap kondisi umat. Melalui Rembuk Nahdliyin Sumenep yang digelar di aula kantor PCNU pada Ahad (02/11/2025), NU menggalang kekuatan kolektif dari berbagai elemen—kiai, akademisi, birokrat, hingga pelaku usaha—untuk merumuskan rekomendasi strategi berbasis data demi kemaslahatan masyarakat Sumenep.
Forum ini menjadi sarana esensial untuk menampung aspirasi warga NU, sekaligus merumuskan cetak biru organisasi menjelang Konferensi Cabang (Konfercab).
PCNU Wujudkan Partisipasi Lewat Kuisioner
Wakil Ketua PCNU Sumenep, KH. Abdul Wasid, selaku fasilitator kegiatan, menjelaskan bahwa Rembuk Nahdliyin dirancang dengan metode yang memastikan pandangan yang diangkat benar-benar representatif dari akar rumput Nahdliyin.
“Kami ingin apa yang dibicarakan betul-betul berasal dari warga NU,” ujar KH. Abdul Wasid.
Untuk menghindari bias diskusi kecil, PCNU menyebarkan kuesioner awal yang berhasil menjangkau 229 responden dari berbagai kecamatan, termasuk wilayah kota, Batang-Batang, Gapura, Lenteng, dan Pragaan. Langkah ini menunjukkan model gerakan NU yang kini berbasis data (data-driven) dan ilmiah.
Data Tegas: Kesejahteraan Umat adalah Agenda Utama
Hasil pengumpulan data awal ini memberikan insight yang tajam mengenai prioritas isu yang harus diperjuangkan oleh PCNU ke depan.
| Bidang Isu Strategis | Persentase Responden | Keterangan |
| Ekonomi & Kesejahteraan | 37% | Ditetapkan sebagai Isu Paling Mendesak |
| Pendidikan & Pesantren | 14% | |
| Kesehatan & Sosial | 11% | |
| Digitalisasi & Media Sosial | 10% |
Dengan 37 persen responden menempatkan masalah ekonomi dan kesejahteraan sebagai isu yang paling mendesak, Rembuk Nahdliyin ini secara tegas menetapkan agenda kemandirian ekonomi umat sebagai prioritas utama. Hal ini menggarisbawahi bahwa di Sumenep, upaya memajukan warga NU saat ini harus berfokus pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan.
Dr. Ahmad Shiddiq, Ketua LPTNU Sumenep yang juga fasilitator, menekankan bahwa forum ini menjadi momentum untuk memastikan arah gerak NU “benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” mengubah aspirasi menjadi program aksi nyata.
🤝 Model Gerakan Solutif dan Berkelanjutan
Rembuk Nahdliyin Sumenep ini diharapkan menjadi model gerakan solutif ke depan bagi seluruh perangkat organisasi, mulai dari PCNU, Majelis Wakil Cabang (MWCNU), hingga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU).
PCNU Sumenep mendorong terbangunnya sinergi kolektif antara berbagai elemen Nahdliyin dengan pemerintah daerah, demi mengawal kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan dan kemajuan daerah secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan berbasis data ini, NU Sumenep bergerak maju, menjadikan aspirasi warga sebagai landasan program, dan mengukuhkan perannya sebagai motor penggerak perubahan sosial-ekonomi umat.


















