Syaiful Bahri, Kepala Disperindag Sumenep (tengah) di pelabuhan Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Foto: Ferry Arbania/MaduraExpose.com)

MADURA EXPOSE– Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKI) Sumenep, Ach Farid Azziyadi meminta Bupati Busyro untuk serius melakukan evaluasi terhadap perlunya mempertahankan posisi Syaiful Bahri sebagai Kepala SKDP atau dicopot untuk selamanya, sebagai imbas dari relokasi PKL Taman Bunga ke depan Lapangan Giling, Kota Sumenep yang hingga saat ini masih runyam.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Apalagi sejauh ini, Kepala Disperindag terkesan tidak open kepada awak media dan bahkan nyaris sangat miskin komunikasi, begitu ditanya tentang solusi para pedagang yang sebagian besar mengalami krisis penghasilan. Dari berbagai informasi yang kami rangkum dari beberapa pejabat Pemkab, Kadisperindag adalah orang yang paling bertanggung jawab atas persoalan PKL ini,” ungkap Ach Farid Azziyadi kepada MaduraExpose.com, Jum’at Malam (22/7/2016).

Sementara Syaiful Bahri, Kepala Disperindag berkali-kali dikonfirmasi terkait kejelasan nasib para PKL yang terlanjur dipindah kelapangan Giling itu, seringkali memilih bungkam seribu bahasa. Hingga terkesan menghindar dari kalangan awak media yang mencoba menghubunginya melalui ponsel pribadinya.

Anehnya lagi, ketika ditanya kapasitasnya dalam relokasi PKL tersebut, dirinya malah mengaku hanya sebagai petugas lapangan. Keterangan Syaiful ini, jelas berbeda dengan beberapa pejabat terkait, saat dikonfirmasi siapa penanggung jawab masalah PKL, mayoritas mengatakan Disperindag.

“Saya pelaksana lapangan,” jawab Syaiful Bahri,Kepala Disperindag dengan singkat melalui SMS yang diterima Maduraexpose.com.

Kepala Disperindag ini juga bungkam saat disinggung soal banner panggung hiburan PKL yang menutupi monumen patung karapan sapi di depan pintu masuk utama Lapangan Giling Sumenep, Madura, Jawa Timur. [raim/feri]