Ra Fikri Berpotensi Balas Kekalahan Pilkada Sumenep 2020

Terbit: 28 Mei 2024 | 02:54 WIB

Pencalonan Kiai Ali Fikri Ketua DPC PPP Sumenep dipastikan jauh lebih kuat dari Pilkada Sumenep 2020 saat melawan Achmad Fauzi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep.

Saat itu Ra Fikri yang merupakan saudara kandung dari Ra Mamak Annuqayah itu berpasangan dengan Cabup Fattah Jasin yang diusung oleh PKB. Sementara KH Unais Ali Hisyam batal mencalonkan karena tak kebagian rekom parpol, meski dirinya merupakan kader murni dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Saat itu Achmad Fauzi yang merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan berpasangan dengan Ketua PC Muslimat NU Sumenep Dewi Khalifah atau biasa dipanggil Nyai Eva diusung PDI Perjuangan dan sejumlah parpol koalisi.

Tahun ini, dijelang momentum Pilkada Sumenep 2024 ini, Kiai Ali Fikri (Ra Fikri) terlihat lebih “agresif” membangun komunikasi dengan sejumlah elit parpol untuk kepentingan koalisi. Konsolidasi dengan kalangan tokoh santri dilintas profesi juga tak abai dilakukan. Gelombang dukunganpun makin terlihat dan jauh lebih bergelora dibanding Pilkada sebelumnya.

Persiapan matang proses pencalonan Kepala Daerah oleh Ketua DPC PPP Sumenep kali ini sepertinya tercium oleh elit PDI Perjuangan yang dipastikan kembali mengusung calonnya sendiri. Partai berlogo banteng dengan moncong putih itu tak seperti biasanya, dominasi di media massa lebih sedikit lebih “silent” dibandingkan pada Pilkada sebelumnya.

Bahkan sempat beredar rumur, jika parpol besutan Megawati Soekarnoputri itu akan bongkar pasangan menggantikan posisi Dewi Khalifah (Nyai Eva). Namun hal ini belum terkonfirmasi secara resmi dari pihak PDI Perjuangan Sumenep. Sementara Nyai Eva dikonfirmasi di rumah dinas Wabup sebelumnya hanya merespon dengan senyuman. Pihaknya menyerahkan semua “takdir” politik kepada “Yang diatas”.

Kecurigaan publik terkait adanya kemungkinan PDIP mengganti Cawabupnya juga terlihat setelah parpol ini menduduki peringkat terbanyak perolehan suara dan kursi legislatif pada Pilkada Sumenep 14 Februari 2024 lalu.

Tak hanya itu, muncul juga opini publik yang mengkait-kaitkan proses penjaringan calon kepala daerah yang dibuka PDI Perjuangan, yang hanya didominasi oleh pendaftar dari Bakal Cawabup saja, sedangkan formulir Bacabup hanya diisi oleh Achmad Fauzi Ketua PDI Perjuangan Sumenep. Informasi itu terungkap dari keterangan Pers yang disampaikan Ketua Desk Pilkada PDIP kepada media, belum lama ini.

Selain muncul rumor wacana pergantian Nyai Eva di posisi Cawabup, sempat marak juga diberitakan, jika Achmad Fauzi ada kemungkinan besar bakal maju di Pilgub Jatim.

Peluang Achmad Fauzi maju di Pilgub Jatim itu juga memunculkan rumor Nyai Eva lah yang nantinya akan diusung PDI Perjuangan sebagai Cabup Sumenep. Sayangnya opini tersebut belum terkonfirmasi secara resmi kepada pihak terkait.

Kasak-kusuk tentang adanya kemungkinan Dewi Khalifah takkan lagi mendampingi Achmad Fauzi di Pilkada Sumenep 2024, sepertinya bukan tanpa alasan. Hal itu pernah dilakukan sebelumnya, yakni pada Pilkada Sumenep 2015, dimana PDIP hanya memberikan kesempatan satu priode kepada Soengkono Sidik (Alm) sebagai Wakil Bupati. Karena setelah itu, pada Priode kedua, PDIP justru merekom Achmad Fauzi keponakan MH Said Abdullah.

Terbaru, DPC PDI Perjuangan Sumenep resmi menutup penjaringan Bacabup-Bacawabup Pilkada 2024, Sabtu 18 mei 2024.

Menyadur dari situs resmi pdi-perjuangan.jatim, ada sembilan orang yang tercatat mendaftar sebagai bakal calon Wakil Bupati yang akan mendampingi bupati petahana, Achmad Fauzi Wongsojudo.
Sembilan orang yang sudah resmi mendaftar Bacawabup PDI Perjuangan Sumenep itudiantara, Nurfitriana Busyro Karim (politikus PKB, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur), Herman Dali Kusuma (mantan ketua DPRD Sumenep, politikus PKB) dan Faisal Muhlis (Ketua DPD PAN Sumenep),

Berikutnya KH Qusyairi (pengasuh ponpes), Syamsul Arifin (kepala desa), Hj Dewi Khalifah (Wabup Sumenep), KH Hamid Ali Munir (ketua DPRD aktif, politisi PKB), Suharinomo (anggota DPRD Sumenep aktif, politisi PAN), dan Nizar Kherid (mantan jurnalis).

Penting diberitakan, berdasarkan hasil Pemilu 2024, hanya dua parpol yang memenuhi syarat untuk mengusung kandidat Pilkada secara mandiri atau tanpa koalisi, yakni PDI Perjuangan dengan peroleha 11 kursi DPRD dan PKB sebanyak 10 kursi.

Adapun jadwal pemilihan Bupati dan Calon Bupati Sumenep sesuai tahapan Pilkada Serentak 2024, ditetapkan KPU RI, bahwa pendaftaran pasangan calon dari partai politik ditentukan pada tanggal 27-29 Agustus 2024. Sedangkan hari “H” pilkada Sumenep dijadwalkan pada tanggal 27 November 2024. [*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Menata Kata di Mimbar Damai

Terbit: 15 April 2026 | 00:00 WIB JAKARTA – Diskursus publik kembali menghangat menyusul pelaporan tokoh nasional Jusuf Kalla (JK) oleh sejumlah organisasi kepemudaan lintas iman terkait petikan ceramahnya di…

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *