Scroll untuk baca artikel
Catatan RedaksiHeadline NewsPilkada

Ra Fikri Berpotensi Balas Kekalahan Pilkada Sumenep 2020

Avatar photo
785
×

Ra Fikri Berpotensi Balas Kekalahan Pilkada Sumenep 2020

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ferry Arbania

Kolase Foto: Ketua PDIP Sumenep Achmad Fauzi dan KH Ali Fikri Ketua DPC PPP Sumenep/Istimewa.

Pencalonan Kiai Ali Fikri Ketua DPC PPP Sumenep dipastikan jauh lebih kuat dari Pilkada Sumenep 2020 saat melawan Achmad Fauzi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep.

Saat itu Ra Fikri yang merupakan saudara kandung dari Ra Mamak Annuqayah itu berpasangan dengan Cabup Fattah Jasin yang diusung oleh PKB. Sementara KH Unais Ali Hisyam batal mencalonkan karena tak kebagian rekom parpol, meski dirinya merupakan kader murni dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Saat itu Achmad Fauzi yang merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan berpasangan dengan Ketua PC Muslimat NU Sumenep Dewi Khalifah atau biasa dipanggil Nyai Eva diusung PDI Perjuangan dan sejumlah parpol koalisi.

Tahun ini, dijelang momentum Pilkada Sumenep 2024 ini, Kiai Ali Fikri (Ra Fikri) terlihat lebih “agresif” membangun komunikasi dengan sejumlah elit parpol untuk kepentingan koalisi. Konsolidasi dengan kalangan tokoh santri dilintas profesi juga tak abai dilakukan. Gelombang dukunganpun makin terlihat dan jauh lebih bergelora dibanding Pilkada sebelumnya.

Persiapan matang proses pencalonan Kepala Daerah oleh Ketua DPC PPP Sumenep kali ini sepertinya tercium oleh elit PDI Perjuangan yang dipastikan kembali mengusung calonnya sendiri. Partai berlogo banteng dengan moncong putih itu tak seperti biasanya, dominasi di media massa lebih sedikit lebih “silent” dibandingkan pada Pilkada sebelumnya.

Bahkan sempat beredar rumur, jika parpol besutan Megawati Soekarnoputri itu akan bongkar pasangan menggantikan posisi Dewi Khalifah (Nyai Eva). Namun hal ini belum terkonfirmasi secara resmi dari pihak PDI Perjuangan Sumenep. Sementara Nyai Eva dikonfirmasi di rumah dinas Wabup sebelumnya hanya merespon dengan senyuman. Pihaknya menyerahkan semua “takdir” politik kepada “Yang diatas”.

------------------------