Scroll untuk baca artikel
Catatan RedaksiPilkada

Pilkada Sumenep Memanas, Muncul Opsi Ali Fikri- Salim Syabibi

Avatar photo
651
×

Pilkada Sumenep Memanas, Muncul Opsi Ali Fikri- Salim Syabibi

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ferry Arbania

KH. Ali Fikri dan Abd Azis Salim Syabibi. [Kolase foto MaduraExpose/Istimewa]

Isu pemekaran Kabupaten Kepulauan Sumenep belakangan mencuat kembali ke permukaan dan digaungkan oleh sejumlah elit politik dijelang Pemilu Legislatif 14 Februari 2024 lalu.

Sederet tokoh berpengaruh dari Kepulauan sudah banyak berjuang untuk pemerataan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat semisal infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan transportasi darat-laut yang lebih memadai.

Pilkada sudah datang lagi, bicara kepulauan, jadi teringat banyak tokoh penting disana, salah satu tokoh kepulauan yang pernah mengguncang jagad Pilkada Sumenep beberapa waktu lalu adalah Azasi Hasan, yang pernah berpasangan dengan Nyai Eva (Dewi Khalifah) yang kini menjadi Wakil Bupati Achmad Fauzi.

Seperti kita ketahui, Kepulauan Sumenep memiliki banyak pulau dan kekayaan alam yang luar biasa. Seperti gadis desa yang cantik, tak jarang menjadi rebutan para politisi dan pengusaha.

Hingga tak heran, jika Bupati sebelumnya yakni KH Busyro Karim pada september 2016 pernah menyampaikan mimpi masyarakat kepulauan, termasuk yang tinggal di daerah pesisir memiliki pabrik yang bisa mengelola hasil laut, seperti ikan, rumput laut dan semacamnya.

“Ini adalah merupakan potensi Kabupaten Sumenep yang memiliki banyak kepulauan dan hamparan lautnya,” kata Bupati Busyro Karim dalam acara Dialog Ketahanan Nasional bersama Tim Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu 31 Agustus 2016 sore dilansir dari laman resmi Pemkab setempat edisi 1 Sepetember 2016 silam. .

Bupati Busyro kala itu merespon keluhan masyarakat kepulauan terkait kendala yang dihadapi saat musim ikan, sehingga para pengusaha berpikir panjang untuk membuka usaha tersebut.
“Kemungkinan jika ada solusi dengan adanya kapal besar yang bisa langsung dikelola di kapal dari hasil tangkapan ikan nelayan, maupun bisa di ekspor keluar,” imbuh Busyro Karim.

------------------------