Energi Baru dari Madura: Nur Faizin, Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jatim yang Kenyang Pengalaman Pusat
Jejak Intelektual dan Aktivisme: Nur Faizin, Dari Jogja Menuju Parlemen Jawa Timur

oleh -404 Dilihat
Nur Faizin Ketua PP GP Ansor dan Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jatim
Satu Barisan, Satu Khidmat: Potret hangat Nur Faizin di tengah momentum pelantikan DPW PKB Jawa Timur. Lebih dari sekadar seremoni, agenda ini menjadi titik awal konsolidasi besar untuk memperkokoh khidmat politik PKB di Bumi Jawa Timur. Di bawah naungan semangat pengabdian dan integritas, kepengurusan baru ini siap mengawal politik santun yang berakar kuat pada kepentingan rakyat dan kesejahteraan umat. [Dok. Ist.@MaduraExpose.com]
Terbit: 22 Februari 2026 | 20:51 WIB

MADURA EXPOSE, SURABAYA – Panggung politik Jawa Timur kedatangan bintang baru yang sinarnya mulai benderang dari ufuk timur Pulau Madura. Nur Faizin, putra daerah kelahiran Sumenep, 23 Agustus 1988, secara resmi mengemban amanah strategis sebagai Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Jawa Timur.

Penunjukan Faizin bukan sekadar urusan jatah kursi. Ia datang membawa “tas ransel” yang penuh dengan pengalaman birokrasi pusat dan jaringan organisasi yang mengakar. Terpilih sebagai legislator dari Dapil Madura pada Pemilu 14 Februari 2024, sosok yang akrab disapa Mbah Faizin ini merupakan representasi sempurna dari santri progresif yang matang secara intelektual.

Jejak Akademis: Tempaan Jogja untuk Madura

Perjalanan intelektual Faizin adalah cerminan kegigihan santri Madura. Setelah menempuh pendidikan dasar di MI dan MTs Tarbiyatus Shibyan Jadung, serta mematangkan karakter di MA Nurul Jadid, Paiton, ia melanglang buana ke tanah istimewa, Yogyakarta.

Di Jogja, Faizin tak sekadar kuliah. Ia menyelesaikan gelar S1 Sosiologi di UIN Sunan Kalijaga (2006-2011) dan melanjutkan S2 di Pascasarjana Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2012-2014. Di sana pula, kepemimpinannya terasah mulai dari menjabat Ketua BEM Fakultas hingga memimpin berbagai forum silaturahmi mahasiswa.

Kematangan Birokrasi di “Ring 1” Jakarta

Keluar dari kampus, Faizin langsung “terjun bebas” ke pusaran kekuasaan di Jakarta. Ia sempat dipercaya menjadi Asisten Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI (2014-2019) dan berlanjut sebagai Tenaga Ahli Komisi IX DPR RI (2019-2021). Pengalaman mengawal kebijakan nasional di ibu kota inilah yang menjadi modal kuat baginya untuk merumuskan regulasi di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Namun, sesukses apa pun di Jakarta, Faizin tak melupakan akarnya. Sejak 2011 hingga kini, ia tetap mendedikasikan dirinya sebagai Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Anwarul Abror, Jadung, Dungkek. Sebuah keseimbangan antara peran birokrat dan pengabdian pesantren yang jarang dimiliki politisi muda lainnya.

HotExpose:  Mencari Jalan Pulang: Nenek Tanpa Identitas Mengaku Warga Lumajang Terdampar di Saronggi!

Pilar Ansor dan Visi Masa Depan

Dalam dunia organisasi, nama Nur Faizin adalah jaminan militansi. Pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor (2020-2024), kini ia resmi menduduki kursi Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor. Visinya tegas: menjadikan GP Ansor sebagai pilar penting masa depan dengan tetap berpegang teguh pada ajaran ahlussunnah wal jama’ah.

Sebagai Sekretaris Fraksi PKB, Faizin membawa misi besar untuk memperkuat tata kelola pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam dakwah inovatif. Bagi masyarakat Madura, Nur Faizin bukan sekadar wakil rakyat; ia adalah harapan baru agar aspirasi Tanah Garam bisa bergaung lebih keras dan berwibawa di kancah Jawa Timur.


Penulis Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

Layanan Pembaca: Bagi pembaca yang ingin menyampaikan informasi, keluhan, atau mengirimkan artikel opini, silakan kirimkan melalui email resmi kami di: maduraexposenews@gmail.com

"Dewan Redaksi" MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

No More Posts Available.

No more pages to load.