Prof. Harry Azhar Azis, MA, Ph.D saat menyampaikan Pidato Ilmiahnya dan Pokok-Pokok Pikirannya di depan Para Guru Besar dan Para Undangan yang Terhormat di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya.

Surabaya, (Madura Expose) —

Afalahtaqilun, berfikirlah manusia, pesan al Qur’an pada 14 abad silam itu dimaktubkan oleh Rene Descartes : karena saya berfikir maka saya ada.

“Ya, lantaran sesuatu ilmu itulah seseorang dihargai dan dikukuhkan,” tandas Pembuka Acara, ketika mengawali Pengukuhan Guru Besar Prof. Harry Azhar Azis, MA., Ph.D di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Lantai V Kampus C Unair, Mulyorejo Surabaya, Senin Kliwon, (26/11/2018).

Prof. Harry Azhar Azis dalam sidang terbuka dipimpin oleh Rektor Unair Prof. Dr. Moh. Nasih, SE, MT, Ak ini sekaligus mengukuhkannya sebagai Guru Besar Universitas Airlangga yang ke 74, Bidang Ilmu Ekonomi Spesialisasi Audit Keuangan Negara.

Prof. Harry, panggilan akrabnya sekarang, ia menyajikan pidato pengukuhan berjudul Pemeriksaan Keuangan Negara : Upaya Mewujudkan Pengelolaan Keuangan Negara Untuk Kesejahteraan Rakyat.

Menarik sekaligus menyentak naluri keingintahuan para undangan yang hampir seribu orang dari berbagai elemen sosial, politik dan bermacam profesi itu sehingga suasananya benar-benar serius tapi nyaman, lantaran bukan lagi rahasia bila masih banyak Pemda dan lembaga Pemerintah dalam pengelolaan keuangan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sebagaimana perintah UUD ’45 itu belum menyentuh garis ideal dalam bernegara yang Demokrasi Pancasila ini.

“Nah, konsepsi Kesra itu di Pembukaan UUD 1945 dijabarkan lebih jelas dalam batang tubuh Konstitusi bahwa Kesejahteraan ini dinyatakan sebagai hak warga negara dan Pemerintah berkewajiban memenuhinya,” ungkap kritis Sang Guru Besar yang mantan Ketua BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) juga sempat duduk di DPR-RI dari fraksi Golkar.

Menyinggung dunia keilmuan lewat proses pendidikan maupun belajar dan mengajar, Prof. Harry yang lahir di Tanjung Pinang 25 April 1956 ini teringat pesan ayahnya alm. Abdul Azis Abbas, ia mengaku jujur sempat ditendang pantatnya karena rapor saat di SMA banyak warna merahnya ini sempat direspon spontan tertawa oleh para undangan, saat itu.

Mantan Ketum HMI itu pun mengungkapkan nasehat apik dari ayahnya, bahwa sekolah itu untuk menguasai ilmu. Dengan kuasai ilmu, kamu akan menguasai dunia akhirat dan ilmu itu penting, lho.

Prof. Harry yang ditemani pula keluarga besarnya ini didampingi Istri tercinta Amanah Abdulkadir, MA, Ph. D dan Ibu Mertuanya Yun Fathia Saleh juga cucu-cucunya itu, ia pun sempat memaparkan pula BPK di masa kepemimpinannya itu dipercaya menjadi pemeriksa Badan Dunia Energi Atom di Wina tahun 2015 ini beranggotakan sekitar 168 negara.

“Berkat kerja keras Tim BPK,” tutur Prof. Harry disambut gemuruh tepuk tangan para Guru Besar dari berbagai kampus di Indonesia dan hadirin, yang dibuktikannya pesan ayahnya atas ilmu dengan formasi hikmahnya.

Guru Besar yang santun itu tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih nan tulus kepada Allah Swt dan rasa berutang kepada orang tua, khususnya kepada Ibunya sang pendidik Dahniar Thaher yang selalu didoakannya, ia pun sangat berterima kasih nan dalam kepada saudaranya Dr. Wirda Azis yang membiayai sekolahnya termasuk kepada semua pihak yang mendukung plus menyemangati dirinya untuk aktif dalam dunia profesi, keilmuan sekaligus sentuhan kemanusiaannya ini.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Dan Rektor Unair Prof. Dr. Moh. Nasih, SE, MT, Ak sebelum mengakhiri pengukuhannya Prof. Harry Azhar Azis selaku Guru Besar itu mengungkapkan pula kalau Unair adalah kampus terbaik ini kelola anggaran baru sekitar Rp 660 Milyar dibanding UI dan ITB mencapai Rp 3 Trilyun dan Rp. 2 Trilyun. (mashur/me.@@).