MADURA EXPOSE—Malam minggu yang identik dengan malam panjang dan saat yang tepat untuk bersantai bersama keluarga dan kolega, tampaknya menjadi pemandangan lain yang menegangnkan didepan Pendopo Agung Keraton Sumenep yang berdempetan dengan Kantor Disbudparpora dan Kantor PU Bina Marga setempat.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Pasalnya, seorang pria berbadan tinggi besar mengamuk sambil menyebut-nyebut nama bupati dan wakil bupati Sumenep yang saat ini tengah sibuk “gerilya” dengan program 99 hari kerjanya yang kerap mendapat sorotan berbagai pihak. Pantauan Madura Expose, sekitar pukul 22.30 WIB, pria jangkung yang diketahui seorang aktivis LSM bernam Edi Junaidi ini mengamuk karena akses jalan sisi timur menuju Taman Adipura (Taman Bunga) Sumenep ditutup menggunakan pagar buatan yang terbuat dari besi.

Edi memaki-maki sejumlah orang yang diduga pegawai salah satu kantor dekat Pendopo yang kebetulan melintas atau bisa jadi sedang piket malam. Edi dengan suara lantangnya juga mengecam adanya Pasar Minggu dilokasi tersebut yang diduga hanya untuk kepentingan istri para oknum pejabat tertentu.

“Ini pasti gara-gara adanya pasar minggu jalan ditutup seenaknya. Ini manfaatnya apa bagi masyarkat kecil,nggak jelas khan? Atau jangan-jangan benar rumor yang beredar, kalau pasar instans ini hanya untuk kepentingan para istri pejabat tertentu,” teriak Edi Junaidi dengan suara lantang hingga mengagetkan banyak orang yang kebetulan nongkrong diatas kendaraan mereka.

Edi meminta Bupati dan Wakil Bupati untuk tidak “melantur” bawahannya yang selama ini terkesan mengambil kebijakan sendiri-sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang banyak.

“Ini buktinya, jalan umum ditutup tanpa alasan yang jelas. Maunya Sumenep ini apa toh. Kasian masyarakat yang berkepentingan harus putar arah dengan rute yang membingungkan”, tandasnya penuh kecewa.

Sementara Sufianto, Kepala Disbudparpora Sumenep, dihubungi Madura Expose terkait adanya penutupan jalan depan kantornya tidak bisa berkomentar banyak.

“Kalau jalan (yang ditutup,Red) itu kewenangan Dishub,” demikian penjelasan Sufianto, Kepala Disbudparpora Sumenep melalui pesan singkat yang diterima Madura Expose, Minggu 8 Mei 2016. Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan apapun dari pihak Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep. Konfirmasi via SMS yang dikirim juga belum mendapat respon dari pihak yang bersangkutan. [ferry]