MADURA EXPOSE–Pemilihan Ketua Komisi III Pamekasan terus menjadi perbincangan Hangat dari berbagai Kalangan elit. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anwari Kholil, yang saat ini duduk di Komisi II ikut angkat bicara.

Anwari mengklaim, PKS hingga saat ini masih tetap berada di Kubu Koalisi. Seharusnya, jelas Anwari, Komisi III tetap merupakan jatah dari PPP, PAN, Dan Demokrat. Hanya saja, Menurut Anwari, sapaan Akrabnya, Pemilihan kemarin, Senin (23/05) merupakan Kecelakaan Politik.

Saat disinggung mengenai tudingan dari beberapa kalangan, bahwa kejadian kemarin merupakan bentuk kegagalan Komunikasi para elit, Politisi yang pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan ini mengelak.

“Bukan kegagalan komunikasi. Tapi sebagian temen – temen komisi tiga kurang memahami etika berkoalisi.” Tegasnya.

Disinggung mengenai sikap Partai PKS yang membelot, Anwari menjelaskan, Fraksinya masih akan melakukan rapat Pada rabu, (25/05). “Fraksi masih mau rapat besok, keputusannya Nanti setelah rapat.”

Selain itu, mantan Politisi PKB ini tidak mempunyai wewenang apapun terkait peluang untuk merotasi Jabatan Kembali di Komisi III. “Itu bukan urusan saya. Itu urusan ketua partai dan pimpinan fraksi.”

Hanya saja, Anwari mendesak agar secepatnya pimpinan partai dan pimpinan fraksi rapat. “Minimal untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah terjadi.” Keputusan ketua partai, Tegas Anwari, seharusnya ditaati bersama.

“Kita berangkat ke kantor dewan tanda tangannya ketua partai. Kalau tak taat partai lalu akan taat siapa?.” Terang Anwari melalui Blackberry Messenger nya.

Anwari tetap menyebut, persoalan sikap Partai yang bergabung di Fraksi PAN-Sejahtera ini kepada kader yang membelot merupakan kewenangan Pengurus Harian Partai.

Perlu diketahui, setelah mengalami kekosongan Pimpinan Komisi III, Pemilihan Ketua Komisi III kembali dilakukan pada Senin (23/05). Ketua Komisi III sebelumnya diturunkan oleh Badan Kehormatan Dewan karena Foto Syur dengan perempuan beredar di Media Sosial.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Ketua Komisi III, berhasil direbut Oleh Partai Oposisi, yakni Gerindra, Golkar yang menggandeng PKS dari Koalisi di Parlemen. Sebelumnya, beredar kabar, PPP sudah jauh hari memberikan rekomendasi kepada beberapa Nama Kadernya yang duduk di DPRD Pamekasan. Sayangnya, dari pemilihan yang dilakukan secara terbuka, Paket dari Koalisi kalah dengan selisih satu suara.[add/fer]