Pemilihan Ketua Komisi III, Partai Oposisi Berkuasa

0
971
Partai PPP/Istimewa

MADURA EXPOSE, PAMEKASAN–Pucuk Pimpinan Komisi III DPRD Kabupaten Pamekasan dipenuhi dengan wajah baru. Sidang Paripurna yang dilaksanakan hari ini, senin (23/05) itu berhasil direbut oleh Karimullah dari Gerindra, Fraksi Merah Putih sebagai Ketua Komisi, Achmad Tatang dari Partai Golkar sebagai Wakil Ketua, dan Harun Prayitno dari PKS.

Sidang Paripurna yang dimajukan, setelah hendak dilaksanakan Rabu Lusa ini berjalan alot. Perdebatan antara pengusung opsi hanya mengganti Ketua Komisi dengan opsi mengganti seluruh Unsur Pimpinan Komisi sebelum akhirnya diputuskan dengan Opsi kedua.

Tak hanya itu, perdebatan kembali terjadi ketika ada dua Opsi Paket Pimpinan Komis. Opsi A, Fathurrahman (PPP) di Plot sebagai Ketua Komisi III, Tarmum (PAN) sebagai Wakil Ketua, dan Ali (Demokrat) Sekertaris. Sementara, Opsi B terdiri dari Karimullah (Gerindra) diposisikan sebagai Ketua, Tatang (Wakil Ketua) dan juga Harun Prayitno (Sekertaris). Setelah mengalami perdebatan, Opsi kedua berhasil mengisi pucuk pimpinan Komisi III DPRD Pamekasan.

Pemilihan dengan cara Vote dilakukan, dan Komposisi Karimullah, Tatang, Harun, berhasil mendapatkan 6 Suara, dan 5 Suara memilih komposisi Fathur, Tarmum, Ali.

Agus Sujarwadi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra (DPC Gerindra) berharap kepada kadernya yang duduk di Pimpinan Komisi agar tetap amanah dan tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. “Jabatan jangan membuat lupa diri dan senang karena amanah itu berat.”

“Banyak orang jatuh saat diatas, dan saya titip nama Gerindra di pundak ketua komisi yg baru. Karena saat ini Gerindra Menjadi sorotan Publik.” Tegas Agus.

Saat disinggung apakah situasi ini merubah situasi Politik Pamekasan, Agus mengklaim, tidak ada yang berubah. Sebab, menurut mantan Aktivis PMII ini, Cara Gerindra Beroposisi beda dengan Partai Lain.

HotNews:  PPP Pamekasan Mulai Gerakkan Mesin parpol hingga Pelosok

“Cuma, kegagalan Koalisi duduk di Ketua Komisi menunjukkan buntunya Komunikasi penguasa.” Terang Agus.

Menurut Agus, Koalisi awalnya menginginkan PPP tetap duduk di Kursi Ketua Komisi III. “Pertemuan koalisi biasanya di pendopo, dan sebelum pemilihan biasa sudah di setting untuk menang. Kalau kemudian ternyata kalah, itu menunjukkan kegagalan komunikasi penguasa.”

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasi, kepada beberapa awak Media setelah Paripurna mengklaim, meskipun Alat Kelengkapan Dewan (AKD) ada Kader Partai Oposisi yang duduk di Pucuk Pimpinan tidak akan membuat gejolak Apapun.

“Buktinya mereka dalam rapat selalu kompak dan dinamis.” ungkapnya.

[add/fer]