Pikavia: Marketplace travel nol komisi kebanggaan Indonesia

0
971

MADURAEXPOSE.C0M- Menurut laporan dari Phocuswright, industri travel dan pariwisata di Asia sangatlah besar, bahkan melampaui Eropa. Kawasan tersebut kini menjadi pasar wisata regional terbesar di dunia. Pada tahun 2013 saja, pasar travel dan pariwisata Asia-Pasifik berkontribusi sebesar USD 2 triliun (atau sekitar Rp 24,3 kuadriliun) terhadap GDP di kawasan tersebut. Nilai industri ini diperkirakan akan meningkat hingga USD 3,69 triliun (atau sekitar Rp 45 kuadriliun) pada tahun 2024.

Melihat angka yang menggiurkan tersebut, tak heran jika banyak startup bermunculan untuk ikut mengambil peluang. Salah satunya adalah startup asal Indonesia, Pikavia, yang merupakan marketplace untuk paket travel dan wisata di Indonesia.

Pikavia mirip dengan Triip.me di Vietnam dan BeMyGuest di Singapura. Ketiga website tersebut sama-sama meng-crowdsource paket wisata dari pengguna di seluruh dunia. Bedanya, Pikavia tidak mengambil komisi apapun dari setiap paket wisata yang dijual di website-nya.

Menurut laporan dari Phocuswright, industri travel dan pariwisata di Asia sangatlah besar, bahkan melampaui Eropa. Kawasan tersebut kini menjadi pasar wisata regional terbesar di dunia. Pada tahun 2013 saja, pasar travel dan pariwisata Asia-Pasifik berkontribusi sebesar USD 2 triliun (atau sekitar Rp 24,3 kuadriliun) terhadap GDP di kawasan tersebut. Nilai industri ini diperkirakan akan meningkat hingga USD 3,69 triliun (atau sekitar Rp 45 kuadriliun) pada tahun 2024.

Melihat angka yang menggiurkan tersebut, tak heran jika banyak startup bermunculan untuk ikut mengambil peluang. Salah satunya adalah startup asal Indonesia, Pikavia, yang merupakan marketplace untuk paket travel dan wisata di Indonesia.

Pikavia mirip dengan Triip.me di Vietnam dan BeMyGuest di Singapura. Ketiga website tersebut sama-sama meng-crowdsource paket wisata dari pengguna di seluruh dunia. Bedanya, Pikavia tidak mengambil komisi apapun dari setiap paket wisata yang dijual di website-nya.

Tim Pikavia berencana untuk meluncurkan fitur baru seperti verifikasi agen tur dan sistem kepercayaan. Saat ini, tim Pikavia berjumlah tujuh orang, dengan Wempy Dyocta Koto dari Systec Group sebagai chairman.

TripVisto dan Valadoo bisa dianggap sebagai pesaing Pikavia karena keduanya juga menawarkan paket wisata. Namun, tidak banyak startup website travel di tanah air yang menyediakan paket wisata yang di-crowdsource dari penggunanya.

Artikel ini di expose pertama kali di id.techinasia.com