Pemkab Sumenep Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

0
116

MADURAEXPOSE.COM-Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan sanksi tegas kepada masyarakat yang tidak memakai masker saat melakukan aktivitas di luar rumah, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19).

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim 0827 Sumenep sebelum menerapkan sanksi perlu mengadakan sosialisasi kepada masyarakat selama satu bulan.

“Sosialisasi tahap pertama selama 15 hari terhitung hari ini, Kamis (06/08/2020) yakni sosialisasi memakai masker dan selanjutnya 15 hari berikutnya diadakan sosialisasi mencuci tangan dan jaga jarak kepada masyarakat,” kata Bupati seusai mengikuti peluncuran Jatim Bermasker di Kampung Tangguh Perumahan Satelit Desa Pabian, Kamis (06/08/2020).

Pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) setelah melakukan sosialisasi menerapkan sanksi tegas bagi masyarakat yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, yakni sanksi pertama selama 15 hari manakala mendapatkan masyarakat tidak memakai masker berupa kerja sosial seperti menyapu atau membersihkan sampah.

“Apabila masyarakat tidak disiplin memakai masker dengan sanksi sosial, tentu saja, kami memberikan sanksi kedua yakni bagi perorangan adalah denda administrasi, sedangkan bagi pengusaha adalah penghentian atau penutupan sementara,” imbuh Bupati dua periode ini.

Dalam Intruksi Presiden itu, masing-masing kepala daerah wajib memuat sanksi terhadap pelanggaran penerapan protokol kesehatan, dan berlaku bagi pelanggaran yang dilakukan perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Bupati mengungkapkan, guna meningkatkan kedisiplinan memakai masker melibatkan kaum perempuan dari berbagai organisasi agar menyosialisasikannya, terutama di lingkungan keluarganya, sehingga membangun kesadaran masyarakat pentinnya memakai masker di tengah wabah Covid-19.

“Seusai Jatim Bermasker diharapkan ibu-ibu berpartisipasi aktif membangun kesadaran keluarga dan masyarakat agar disiplin mematuhi protokol kesehatan Covid-19 saat beraktivitas di luar rumah,” imbuhnya.

Saat peluncuran Jatim Bermasker secara virtual juga dihadiri oleh Kapolres Sumenep AKBP Darman dan Dandim 0827 Letkol Inf Nur Cholis.

Sementara Kapolres Sumenep, AKBP Darman mengungkapkan, pihaknya untuk meningkatkan kedisiplinan bermasker mengadakan gerakan pembagian masker massal dengan melibatkan kaum ibu dari berbagai organisasi seperti PKK, Persit Bhayangkari dan organisasi masyarakat.

“Kami rencanakan kegiatan itu berlangsung selama 15 hari hingga 17 Agustus 2020. Mudah-mudahkan gerakan pembagian masker meningkatkan kesadaran masyarakat memakai masker,” tandasnya.

Untuk itulah, pihaknya segara mempertajam sosialisasi kepada masyarakat, supaya mematuhi peraturan protokol kesehatan, karena ada sanksi tegas bagi warga yang melanggarnya.

“Kami terus bersosialisasi di tempat berkerumunnya masyarakat seperti pasar dan cafe untuk disiplin protokol kesehatan. Silahkan masyarakat beraktivitas tetapi harus mematuhi prokol kesehatan demi memutus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep,” pungkas Kapolres Sumenep, AKBP Darman. (Yasik/Fer)