maduraexpose.com

 


Pendidikan

Pemkab Sumenep Guyur Rp 29,3 Miliar untuk Rehabilitasi Massal

120
×

Pemkab Sumenep Guyur Rp 29,3 Miliar untuk Rehabilitasi Massal

Sebarkan artikel ini

Disdik Targetkan Rampung Desember 2025, Desak Proyek Swakelola APBN dan APBD Ciptakan Ruang Belajar Layak di Daratan Hingga Kepulauan

Ilustrasi sekolah rusak/ist.

SUMENEP) – Pemerintah Kabupaten Sumenep telah meluncurkan program rehabilitasi besar-besaran untuk bangunan pendidikan dasar dan menengah, sebuah tindakan mendesak demi menjamin keselamatan dan kelayakan belajar siswa. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 29,34 miliar, menyasar puluhan SD, TK, dan SMP, dari wilayah daratan hingga kepulauan terpencil.

Rehabilitasi ini bukan hanya kosmetik, tetapi perbaikan struktural krusial yang meliputi perbaikan ruang kelas rusak berat/sedang, toilet, UKS, perpustakaan, dan ruang guru.

Alokasi Dana dan Target Tepat Waktu

 

Anggaran fantastis ini berasal dari dua sumber utama, yang menunjukkan komitmen serius dari pusat dan daerah:

Sumber DanaJumlah AnggaranSasaran Sekolah
APBNRp 22,19 Miliar13 SD, 4 SMP, dan 5 TK
APBDRp 7,15 Miliar16 SD
TOTALRp 29,34 Miliar38 Sekolah (SD, SMP, TK)

Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Sumenep, Ardiansyah Ali Sochibi, menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk keterlambatan. Seluruh pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada Desember 2025.

“Kami melakukan monitoring rutin agar pelaksanaannya sesuai jadwal. Target kami semua rampung Desember agar bangunan siap dipakai pada tahun ajaran baru. Keselamatan anak-anak adalah prioritas tertinggi,” kata Ardiansyah.

Model Pengerjaan: Swakelola dan Transparansi

 

Untuk memastikan proses berjalan cepat, transparan, dan tepat sasaran, Disdik Sumenep menerapkan dua model pengerjaan. Dana yang bersumber dari APBN dikerjakan dengan sistem swakelola, memberdayakan masyarakat dan komite sekolah. Sementara proyek berbasis APBD dilaksanakan melalui skema non-faktual.

Model swakelola ini didorong agar masyarakat desa ikut bertanggung jawab dan mengawasi langsung kualitas pengerjaan. Setiap rupiah dari anggaran ini harus dimaksimalkan untuk menjamin hak setiap anak Sumenep mendapatkan ruang belajar yang aman dan inspiratif.

Program rehabilitasi ini adalah wake-up call bahwa infrastruktur pendidikan harus menjadi investasi utama, bukan sekadar pelengkap. Pemkab Sumenep kini dituntut untuk membuktikan janji ini di lapangan hingga akhir tahun 2025.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


Pendidikan

Views: 153 SUMENEP – Kesehatan santri menjadi prioritas utama. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep mengambil langkah proaktif dengan menggandeng Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pandian untuk menggelar pemeriksaan kesehatan gratis…

---Exposiana----