Pemerataan Raskin Disoal, Camat Pragaan Diminta Tak Tutup Mata

0
598

MADURAEXPOSE.COM– Meski pemerataan raskin atau rastra kerap dikeluhkan banyak kalangan, namun sejumlah desa di Kecamatan Pragaan diduga masih menjalankan kebijakan tersebut dengan cara mengurangi jatah beras dari 15 kg menjadi 5 kilogram tiap penerima.

Bahakan perangkat desa disalah satu desa di Kecamatan Pragaan terang-terangan membenarkan pemerataan raskin atau rastra tersebu dengan uang tebusan sekitar Rp 9.000.

Kebijakan tersebut oleh beberapa kepala desa diluar kecamatan Pragaan justru menolak keras pemerataan, seperti yang terjadi di kecamatan Batang-Batang Sumenep. Penolakan itu karena kepala desa sadar kalau pemerataan tersebut dinilai melanggar aturan.

“Harusnya Camat Pragaan tidak tutup mata dan segera menghentikan praktik pemerataan jatah raskin atau rastra itu karena nota bene tidak sesuai aturan dan bisa merugikan warga miskin yang masuk DPM, “terang Ahmad Zainullah, Ketua Gerakan Pemuda Sumenep (GPS) kepada MaduraExpose.com, Rabu 13 September 2017.

Sementara Sujarno, Camat Pragaan saat hendak dikonfirmasi dikantornya sedang tidak ada ditempat.

Namun sejumlah pegawai dikantor tersebut bilang yang bersangkutan tengah melakukan monitoring ke desa.

“Bapak (Camat) keluar Mas, monitoring ke desa,” ungkap pegawai kecamatan Pragaan singkat.

(ahm/fan/fer)

HotNews:  Bupati Sumenep Achmad Fauzi Bacakan Amanat Pembukaan TMMD Ke-110