10 Kawanan “Debt Collector” Surabaya Dipolisikan Warga Sumenep

Madura Expose—Subiyakto,SH,MH hampir saja kehilangan mobil pribadinya jenis Merc Benc warna abu-abu MD Metalik dengan Nomor Polisi L1818 CB saat melintas di depan Kantor Dispora, Jalan Kayon Surabaya.

Peristiwa ini nyaris dilewatkan media massa, karena sudah terjadi pada Selasa 19 Januari 2016 lalu. Namun sebagai pelajaran bagi yang lainnya agar lebih hati-hati menghadapi berbagai macam modus kejahatan yang terus meningkat dan bisa menimpa siapa saja.

Subiyakto yang merupakan PNS dilingkunagn Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur saat itu hendak menghadiri sebuah acara penting di Surabaya. Namun sesampai didepan Kantor Dispora, tiba-tiba dirinya dicegat oleh sekawanan pria belasan orang mengendarai speda motor dan mobil langsung menghadang kendaraannya.

“Beberapa orang menghampiri kendaraan saya dan langsung menggedor-gedor kaca mobil. Mereka berjumlah sekitar 10 orang lebih meminta saya turun dari mobil dan langsung menyodorkan selembar surat sambil menghardik”, terang Subiyakto, korban tindak pidana percobaan perampasan mobil pribadinya kepada Madura Expose, Rabu (16/3/2016 ).

Merasa ada yang tidak beres, pria yang tinggal di Jalan Aquarius, Perum Satelit Sumenep ini mendekati puluhan preman yang mengaku debt collector tersebut. Karena merasa tidak pernah kredit mobil seperti yang dituduhkan “preman” Surabaya tersebu. Subiyakto yang sudah menyelesaikan S2 Magister Hukum ini menantang argumentasi dengan para preman yang terlanjur menyodorkan Surat Kuasa Pelaksanaan Eksekusi Objek Jaminan Fidusia dengan Nomor: 01/400403/C01/1601/34602 tertanggal 19 Januari 2016.

“Para pelaku yang hendak merampas kendaran saya itu mengatakan kalau mobil milik saya belum membayar angsuran kredit dari PT ASF selama empat tahun. Malah mereka juga menuduh saya telah memalsukan plat nomor”, imbuh Subiyakto kepada Madura Expose.
Mantan Kasubag umum dan kepegawaian Disduk Capil Sumenep ini melanjutkan kisah pahitnya terkait perlakuan tidak sopan dari orang-orang yang mengaku debt collector tersebut.

“Mereka (debt collector) hendak merampas kunci mobil saya. Sempat terjadi cekcok mulut dengan pelaku. Dan setelah saya minta datanya dicocokkan dengan surat-surat kenaraan saya, baru mereka minta maaf dengan alasan salah sasaran. Mereka juga sempat mahu ngasih uang damai supaya tidak dipermasalahkan”, tuturnya lagi menambahkan.

Rupanya perbuatan tidak menyenangkan dari kawanan debt collector yang mengaku suruhan dari PT.ASF itu sudah dipolisikan oleh pihak korban.

“Biar ada efek jera, mereka langsung saya laporkan ke Polsek Genteng supaya diproses sesuai hukum. Tindakan mereka benar-benar merugikan dan tidak menyenangkan. Kami khawatir aksi mereka sudah memakan korban”, pungkasnya.

[Ferry Arbania]
Email Redaksi: Maduraexposenews@gmail.com
Contact HP: 081332778300