Peduli Bencana Sumatera, Gabungan Organisasi Pemuda di Sumenep Galang Dana Kemanusiaan

Terbit: 22 Desember 2025 | 06:50 WIB

SUMENEP, [22 Desember 2025] – Jarak geografis yang membentang ribuan kilometer antara Pulau Madura dan Sumatera terbukti bukan penghalang bagi rasa persaudaraan. Buktinya, keprihatinan mendalam terhadap penderitaan warga di wilayah Sumatera memicu aksi nyata dari gabungan organisasi pemuda di Kabupaten Sumenep hari ini.

Tiga organisasi besar, yakni Women for Humanity, PKPT IPNU IPPNU Universitas PGRI Sumenep, serta PKPT IPPNU Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, bersinergi dalam gerakan penggalangan dana bertajuk “Sumatera Butuh Tangan Kita”.

Solidaritas Tanpa Batas di Pusat Kota

Sejak pagi hari, para relawan dengan semangat gotong royong turun ke jalan-jalan protokol di pusat Kota Sumenep. Sambil menyapa masyarakat dengan ramah, mereka mengajak setiap pengendara dan pejalan kaki untuk turut meringankan beban para korban bencana yang saat ini melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Gerakan ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan sebuah wujud konkret solidaritas lintas daerah yang lahir dari empati mendalam.

Muammanah Fauzi, selaku Founder Women for Humanity, menegaskan bahwa motivasi utama aksi ini adalah panggilan jiwa. “Kami berdiri di sini bukan karena kelebihan, tapi karena hati tak sanggup diam. Solidaritas sejati lahir dari nurani dan diwujudkan dengan keikhlasan,” ungkapnya dengan penuh haru.

Kepedulian Sebagai Tanggung Jawab Kebangsaan

Selanjutnya, Ketua PKPT IPNU UPGRI Sumenep, Moh. Ali Banun Kalim, memberikan pandangan bahwa bantuan kemanusiaan tidak boleh hanya diukur dari nominal materi semata. Menurutnya, aksi turun jalan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai sesama anak bangsa.

“Upaya ini adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan. Mereka adalah sesama muslim, saudara sebangsa, yang martabatnya harus kita junjung. Kepedulian diukur dari keberanian untuk bertindak,” jelas Kalim dengan tegas di sela-sela aksi.

Sejalan dengan hal itu, Sayyidah Shofiyah, Ketua PKPT IPPNU UNIBA Madura, juga menekankan bahwa Sumatera adalah bagian integral dari Indonesia. Oleh sebab itu, duka yang dirasakan warga Sumatera merupakan duka bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk pemuda di Madura.

“Kekayaan Sumatera dinikmati bersama, maka dukanya juga harus kita tanggung bersama. Organisasi kepemudaan harus peka dan hadir menjawab realita sosial ini,” tandas Shofiyah.

Memperkuat Persatuan Lewat Kemanusiaan

Melalui gerakan kolaboratif ini, ketiga lembaga tersebut berharap dapat memperkuat fondasi persatuan bangsa melalui kepedulian yang tulus. Meskipun dipisahkan oleh lautan, doa dan dukungan nyata dari pemuda Sumenep terus mengalir deras demi pemulihan Sumatera.

Diharapkan, aksi ini mampu menginspirasi elemen masyarakat lain di Madura untuk terus memberikan kontribusi positif dalam menangani krisis kemanusiaan di tanah air. [Tim/Red]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sinergi Pendopo: Cara Bupati Achmad Fauzi Rangkul Ulama Jaga ‘Imun’ Sosial Sumenep

Terbit: 28 Februari 2026 | 16:51 WIB MADURAEXPOSE.COM – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali mempertegas pentingnya kolaborasi antara umara dan ulama dalam menjaga stabilitas daerah. Dalam sebuah pertemuan hangat…

Uang Rakyat Kok ‘Tidur’ Nyenyak? Menggugat Logika Penjaga Brankas di Meja Cangkrukan

Terbit: 27 Februari 2026 | 13:34 WIB Oleh: Ferry Arbania Malam itu di Sumenep, sisa-sisa doa tarawih masih menggantung di udara, tapi di meja cangkrukan kami, obrolan justru mulai “berdosa”.…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *