Kelola Aset Hingga Rp853 Juta, BKM Barokah Kepanjin Sumenep Gelar Rembuk Warga Tahunan 2025

Terbit: 21 Desember 2025 | 22:45 WIB

SUMENEP, [21 Desember 2025] – Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Barokah Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, kembali menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat yang sehat. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Rembuk Warga Tahunan (RWT) Tahun Buku 2025 di Sekretariat BKM setempat, Minggu (21/12/2025).

Kegiatan RWT ini merupakan agenda krusial sebagai bentuk pertanggungjawaban program kerja selama satu tahun, sekaligus menjadi wadah untuk menyerap aspirasi warga, relawan, dan Pemerintah Kelurahan Kepanjin.

Transparansi dan Evaluasi Menuju 2026

Koordinator BKM Barokah, Eko Budi Santoso, mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan, anggota BKM, serta pengelola Unit Pengelola Keuangan (UPK), Unit Pengelola Lingkungan (UPL), dan Unit Pengelola Sosial (UPS).

“Khususnya kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai ujung tombak. Tanpa dukungan KSM yang membantu program BKM, tentunya akan sulit untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang,” ujar Eko dalam sambutannya.

Eko menekankan tiga poin utama dalam RWT kali ini:

  1. Transparansi Anggaran: Memastikan setiap rupiah dikelola secara terbuka.

  2. Evaluasi Program: Meninjau capaian kerja selama tahun 2025.

  3. Perencanaan 2026: Menyusun strategi program yang lebih berdampak bagi masyarakat di tahun mendatang.

Eksistensi Sejak 2007 dan Pertumbuhan Aset Fantastis

Anggota BKM Barokah, Rosida Agustina, menambahkan bahwa lembaga ini merupakan satu-satunya BKM di wilayah Kecamatan Kota dan Kecamatan Kalianget yang tetap eksis sejak dibentuk pada tahun 2007.

“Kami bersyukur dana bergulir BKM sangat membantu perekonomian warga, terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses pinjaman perbankan karena kendala jaminan,” jelas Rosida.

Keberhasilan finansial BKM Barokah dipaparkan secara detail oleh Ketua UPK, Chairil Anwar. Ia mengisahkan perjalanan modal BKM yang bermula dari angka kecil.

“Modal awal dari pemerintah di tahun 2007 hanya Rp27,6 juta, kemudian ada tambahan di 2014 sebesar Rp89,5 juta. Total modal stimulan hanya Rp117,1 juta. Namun, per November 2025, kekayaan BKM Barokah telah mencapai Rp843 juta, dan diprediksi menyentuh Rp853 juta pada akhir Desember ini,” ungkap Chairil.

Apresiasi dari Pemerintah Kelurahan

Lurah Kepanjin, Ruslan, melalui Sekretaris Kelurahan, Ahmad Heriyanto, memberikan pujian atas kinerja solid pengurus BKM Barokah. Sinergi antara BKM dan pihak Kelurahan dinilai telah memberikan dampak nyata pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami melihat BKM Barokah benar-benar menjalankan program dengan baik dan transparan. Kami berharap BKM tetap solid dan terus menjadi mitra strategis kelurahan dalam menyejahterakan warga Kepanjin,” pungkas Heriyanto.

Acara tersebut juga diisi dengan laporan detail dari Sekretaris BKM Barokah, Aminullah, terkait rincian penerimaan dan pengeluaran dari tiga unit pengelola (UPK, UPS, dan UPL) sepanjang tahun berjalan. [Tim/Red]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sinergi Pendopo: Cara Bupati Achmad Fauzi Rangkul Ulama Jaga ‘Imun’ Sosial Sumenep

Terbit: 28 Februari 2026 | 16:51 WIB MADURAEXPOSE.COM – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali mempertegas pentingnya kolaborasi antara umara dan ulama dalam menjaga stabilitas daerah. Dalam sebuah pertemuan hangat…

Uang Rakyat Kok ‘Tidur’ Nyenyak? Menggugat Logika Penjaga Brankas di Meja Cangkrukan

Terbit: 27 Februari 2026 | 13:34 WIB Oleh: Ferry Arbania Malam itu di Sumenep, sisa-sisa doa tarawih masih menggantung di udara, tapi di meja cangkrukan kami, obrolan justru mulai “berdosa”.…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *