MADURAEXPOSE.COM–Uang pemberdayaan untuk organisasi kepemudaan di Kabupaten Sumenep hingga detik ini menyisakan persoalan. Pasalnya, berdasarkan pengakuan dari Bendahara Gerakan Pemuda GP-Ansor setempat, banyak bantuan untuk organisasi kepemudaan untuk anggaran tahun 2016 belum juga dicairkan tanpa alasan yang jelas.

“Padahal semua persyaratan sudah tiga kali diminta merivisi proposal dan persyaratan administrasi lainnya. Jadi indikasinya memang ada unsur kesengajaan dari pihak Disbudparpora Sumenep,” terang Rasidi, Bendara Umum PC GP Ansor Kabupaten Sumenep, Madura, Jaw Timur kepada awak media.

Rasidi menyesalkan tidak transparannya pihak Disbudparpora yang hingga saat ini belum juga mencairkan dana jutaan rupiah untuk kegiatan kepemudaan. Harusnya semua bantuan tersebut sudah selesai tahun 2016 lalu.

“Heran kenapa dengan Disbudparpora, kami sampai diminta memperbaiki persyaratan administrasi sampai tiga kali, tapi dananya belum juga dicairkan. Ini pasti ada yang tidak beres,” imbuhnya.

Selain merasa kecewa, Rasidi mengaku tidak terima atas perlakuan Disbudparpora yang terkesan mempermainkan pihaknya. Dirinya menilai, tindakan Disbudparpora yang mengulur-ngulur dana bantuan kepemudaan menunjukkan adanya indikasi Disbudparpora tidak profesional dalam menyelesaikan komitmen dengan pihak GP Ansor.

“Jadi indikasinya pihak Disbudparpora Sumenep memang tidak memiliki komitmen menyelesaikan persoalan ini. Dan hal itu tidak boleh dibiarkan begitu saja,”tandasnya.

Anehnya lagi, lanjut Rasidi, pihak Disbudparpora tidak pernah melakukan konfirmasi atau penjelasan apa sebenarnya yang menjadi kendala hingga dana kepemudaan melampui tahun anggaran.

“Aneh juga sama pihak Disbudparpora itu, sudah dana tidak dicairkan, sepatahpun tidak ada penjelasan kepada kami, apa kendalanya,” pungkasnya.

Sementara Sufianto, saat dihubungi awak media melalui telpon genggamnya tidak merespon, meski terdengar nada sambung. Konfirmasi via SMS pun yang dikirim Maduraexpose.com, hingga berita ini diungga juga belum merespon. [Zal/Fer/*]