KetuaPPPPamekasan/Istimewa.

MADURAEXPOSE.COM–Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat ini menjadi kendaraan Halili, Ketua DPRD Pamekasan siap-siap ditinggal oleh kalanga Ulama Madura sebagai inbas dari keputusan pusat yang tetap ngotot mendukung Ahok diputara kedua Pilkada DKI Jakarta.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Pernyataan para Ulama sepuh PPP itu terungkap saat konferensi pers sejumlah Ulama Madura, bertempat di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa 4 April 2017.

“Kami Forum Ulama PPP Jawa Timur dan sebagai warga besar NU berpegang teguh kepada keputusan Muktamar NU ke-30 di Lirboyo Kediri tentang larangan memilih pemimpin non Muslim,” demikian diungkap KH. Yahya Hamiduddin di Pamekasan.

Dijelaskan Kiai Yahya, sikap DPP PPP, baik kubu Romahurmuzy maupun kubu Romy yang melabuhkan dukungannya terhadap pasangan nomor 2 (Ahok-Djarot) pada Pilkada DKI Jakarta, dinilai telah melahirkan keputusan yang berakibat fatal karena sangat meresahkan Umat Islam. Keputusan itu juga, lanjutkan diyakini bisa menghancurkan kebesaran PPP yang selama ini dikenal dengan jargon Rumah Besar Umat Islam.

“Kalau dukungan DPP PPP kubu Romi benar-benar diberikan kepada paslon nomor urut dua, maka itu sama halnya menghianati ulama dan sesepuh pendiri PPP yang berazaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah,”tandasnya.

Adapun kiai yang siap keluar dari PPP itu antara lain, KH Ahmad Nawawi (mantan ketua DPC PPP Pamekasan), KH Mundir Cholil (Ketua DPC PPP Pamekasan), KH Ali Karrar Shinhaji, KH Muhammad Syamsul Arifin dan sederet tokoh berpengaruh dipartai PPP.

[m2c/dez/fer]

HotNews:  Astaghfirullah, Suhu Panas Melanda Indonesia Hingga 38 Derajat