MADURAEXPOSE.COM–Kasus dugaan pemerkosaan gadis berusia 22 tahun asal Dusun Pereng, Desa Pamoro, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur membuat kaum perempuan mengaku trauma dan takut untuk menggunakan jasa angkutan umum jenis bus mini yang salah satu sopirnya ditengarai telah merenggut keperawanan korban.

Berdasarkan pengakuan Suparto (62), ayah korban, sebelum terjadi dugaan pemerkosaan terhadap putrinya, korban yang berinisial NL sempat diantar adiknya menggunakan sepeda motor ke terminal lama Desa Pademawu, Pamekasan sekitar pukul 15.00 WIB pada hari Rabu tanggal 29 Maret 2017 lalu. Korban diperkosa di salah satu rumah warga berinisial DH, Alamat Dusun Pangbungkok, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Sumenep. Saat kejadian diperkirakan pukul 17.00 WIB.

“Awalnya anak saya berangkat dari rumah sekitar pukul 15.00 wib.Saat itu diantarkan oleh adiknya dengan menggunakan sepeda motor ke terminal lama Desa Pademawu, ” ungkap Suparto, Ayah korban kepada wartawan.

Masih menurut aya korban, dari terminal Pademawu, korban bermaksud hendak turun ditempat tujuan, namun oleh sopir bus mini tak dihiraukan hingga akhirnya berhenti diterminal alam Sumenep.

Sesampai terminal lama Sumenep, sopir mini bus beralasan masih mau mencuci mobilnya ke Babbalan dan belanja. Namun ternyata korban ditiduri pelaku disebuah rumah milik warga setempat diruangan tengah rumah tersebut. [ferry]

HotNews:  Adik Menpora Anggap Penetapan Tersangka Imam Nahrawi Politis