Pagar Nusa Kota Sumenep Siap Jaga Marwah Ulama Lewat Disiplin Pencak Silat

Terbit: 30 November 2025 | 21:31 WIB

SUMENEP  – Struktur organisasi Pagar Nusa di tingkat kecamatan Kota Sumenep kembali diperkuat melalui agenda strategis Pelantikan Pengurus Rayon dan Pembaiatan Anggota Baru yang berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Al-Usymuni Tarate Pandian, Ahad (23/11/2025). Kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi untuk menjaga dinamika kaderisasi di akar rumput.

Acara yang dipadati kader dan santri ini menjadi penanda vital bahwa regenerasi adalah kunci bagi keberlanjutan tradisi bela diri Nahdlatul Ulama (NU).

Regenerasi sebagai Nafas Organisasi

 

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kota Sumenep, Ali Arif, menyampaikan bahwa pelantikan ini adalah momen syukur yang harus diiringi dengan semangat baru. Menurutnya, tanpa adanya regenerasi yang terstruktur, ruh organisasi akan mati suri.

“Pelantikan kepengurusan rayon dan pembaiatan anggota baru ini kami syukuri dapat melahirkan generasi-generasi baru, semangat-semangat baru, sehingga muncul prestasi yang lebih bagus dari sebelumnya,” ujar Ali Arif.

Ia secara khusus mengapresiasi antusiasme para kader yang hadir dan berharap pengurus rayon yang baru dilantik mampu menghadirkan energi positif dan inovasi untuk memperkuat peran Pagar Nusa di tengah masyarakat.

Rangkaian Khidmat dan Penegasan Khittah

 

Rangkaian acara diawali sejak pagi dengan registrasi dan penampilan bela diri Pagar Nusa. Suasana khidmat terasa saat dilaksanakannya Istighosah sebelum seremonial inti, menegaskan identitas Pagar Nusa sebagai badan otonom NU yang selalu mengedepankan aspek ruhiyah (spiritual) dalam setiap langkahnya.

Puncak acara meliputi pembaiatan anggota baru dan pelantikan pengurus rayon, yang ditutup dengan sambutan dari Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kota Sumenep dan Ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa Sumenep, Muiz Ali Wafa.

Muiz Ali Wafa menegaskan kembali khittah (landasan perjuangan) Pagar Nusa Kota Sumenep:

  1. Memperkuat Kelembagaan: Membangun organisasi yang solid dan terstruktur.

  2. Kader Berintegritas: Mencetak kader yang memiliki akhlak dan komitmen tinggi.

  3. Penjaga Marwah Ulama: Menyiapkan generasi yang siap menjaga kehormatan dan tradisi Nahdlatul Ulama melalui disiplin pencak silat.

Keberhasilan pelantikan ini diharapkan menjadi blueprint bagi PAC lain di Sumenep dalam menjalankan kaderisasi, memastikan Pagar Nusa tetap menjadi benteng fisik dan moral bagi NU. [Fathol Bari/Arbania]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

    Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

    Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

    Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *