Oleh : Salamuddin Daeng
Sedikit negara yang dapat bertahan dengan kondisi ekonomi yang stabil dalam keadaan dunia yang bergejolak dewasa ini. Indonesia adalah salah satu yang bisa bertahan sementara yang lain goyah dan ada juga yang patah kaki-kaki ekonominya.
Proyeksi Bank Dunia: Indonesia Tetap Stabil Data dari bank dunia memperlihatkan data proyeksi mereka terkait ekonomi Indonesia yang diperkirakan tetap tumbuh di 5,3% tahun 2025, lalu 5,2% tahun 2026 dan 5,2% tahun 2027. Walau sedikit menurun, namun relatif stabil dibandingkan negara lain yang sangat dekat dengan ekosistem lingkungan strategis Indonesia.
Melambatnya Raksasa China Mari kita lihat ekonomi China. Tahun 2024 ekonomi China tumbuh 5,0% tahun 2025 tumbuh 4,9% tahun 2026 diperkirakan tumbuh 4,4% dan tahun 2027 China hanya akan tumbuh 4,2%. China mengalami natural slowdown decline setelah masa ekspansi yang panjang.
Secara logika jika ekonomi China menurun maka seharusnya ekonomi Indonesia menurun. Hal ini dikarenakan sebagian besar ekspor Indonesia adalah ke China, dan dari total impor Indonesia sebagian besar berasal dari China.
Resiliensi Lewat Program Rakyat Namun beberapa kebijakan penting Indonesia berhasil mengatasi penurunan yang mendalam terutama melalui program-program yang merelokasi APBN untuk didistribusikan ke sektor rakyat yang berdampak sangat luas yakni MBG, koperasi merah putih, dan program perumahan seperti KUR Perumahan dan Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Selanjutnya Tahun 2026 bisa menjadi momentum bagi pertumbuhan dengan adanya alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 500 ribu rumah akan direnovasi oleh pemerintah.
Perbandingan dengan Tetangga: Malaysia dan Thailand Namun negara lain belum dapat mengatasi penurunan ekonomi. Tetangga kita Malaysia banyak dipuji-puji di medsos belakangan terkait ekonomi mereka yang melompat, ternyata juga tidak sesuai fakta. Ekonomi Malaysia memang sempat tumbuh dari tahun 2023 3,5% menjadi 5,1% pada tahun 2024. Namun tahun 2025 pertumbuhan ekonomi negara ini diperkirakan kembali ke 4,1% dan pada tahun 2026 sebesar 4,0%.
Ekonomi Thailand pun demikian mengalami kesulitan. Tahun 2024 Thailand tumbuh 2,5% menurun menjadi 2,0 persen di 2025, dan diperkirakan menurun menjadi 1,8% di 2026.
Kondisi AS dan Zona Eropa Ekonomi dengan keadaan biasa-biasa saja adalah Amerika Serikat dan Eropa. Tahun 2025 Amerika Serikat menurun menjadi 2,1%. Tahun 2026 2,2% dan tahun 2027 diperkirakan hanya 1,9%. Sementara Zona Eropa tahun 2025 tumbuh 1,4%, tahun 2026 tumbuh 0,9% dan tahun 2027 diperkirakan hanya tumbuh 1,2%.
Penutup: Tetap Adem Ayem Jadi memang berbagai kalangan akan memiliki ekspektasi yang beragam terhadap ekonomi Indonesia. Mungkin ada negara yang berharap kita jatuh. Ada juga pihak yang berharap ekonomi guncang bergejolak. Tapi mau bagaimana lagi data ekonomi menunjukkan keadaan ekonomi kita biasa-biasa saja. Menjelang puasa tidak ada inflasi yang terlalu bahkan beberapa komoditas deflasi. Jadi ekonomi nasional Indonesia di tengah gejolak global tetap adem ayem.
Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose Layanan Pembaca: Bagi pembaca yang ingin menyampaikan informasi, keluhan, atau mengirimkan artikel opini, silakan kirimkan melalui email resmi kami di: maduraexposenews@gmail.com
Catatan Redaksi
Disclaimer: Seluruh isi tulisan dalam rubrik Opini ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi penulis. Redaksi Madura Expose tidak bertanggung jawab atas isi, kebenaran data, maupun dampak hukum yang ditimbulkan oleh substansi tulisan ini. Pemuatan artikel ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menyediakan ruang demokrasi dan kedaulatan berpikir bagi masyarakat, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.







