Selamat Jalan Sang Pembela Anak: Duka Khofifah untuk Kepergian Ning Margaret

oleh -238 Dilihat
Potret Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Umum PP Fatayat NU dan Ketua KPAI yang wafat pada 1 Maret 2026.
Dedikasi Tanpa Henti: Ning Margaret Aliyatul Maimunah (1978-2026), putri Denanyar Jombang yang mendedikasikan hidupnya untuk Fatayat NU dan perlindungan anak Indonesia. (Foto: Tangkapan layar facebook @BundaKIP/Madura Expose.)
Terbit: 3 Maret 2026 | 10:51 WIB

JOMBANG, MaduraExpose.com – Langit duka menggelayuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan para pejuang hak anak di tanah air. Ning Margaret Aliyatul Maimunah, sosok aktivis perempuan yang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dikabarkan berpulang ke Rahmatullah pada Minggu (1/3/2026) di RS Fatmawati, Jakarta.

Gubernur Jawa Timur (2019-2024), Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang ia sebut sebagai pemimpin tegas namun penuh kasih. “Kiprah beliau sebagai pemimpin telah memberi inspirasi dan kontribusi besar bagi bangsa kita. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pelayan masyarakat yang rendah hati,” tulis Khofifah melalui akun media sosial pribadinya, Selasa (3/3/2026).

Profil dan Dedikasi Sang Putri Denanyar Secara Teori Administrasi Publik, kepemimpinan Margaret di KPAI dan Fatayat NU menunjukkan sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan profesionalisme dalam kebijakan perlindungan sosial. Lahir di Jombang pada 11 Mei 1978, Margaret merupakan putri kedua dari pasangan K.H. Mohammad Faruq dan Hj. Lilik Chodijah Aziz Bisri dari Pondok Pesantren Denanyar, Jombang—sebuah rahim intelektual yang mencetak banyak tokoh besar bangsa.

Alumnus pascasarjana Universitas Indonesia ini terpilih sebagai Ketua Umum Fatayat NU periode 2022-2027 dalam Kongres XVI di Palembang. Di bawah kepemimpinannya, Fatayat NU semakin vokal dalam isu-isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sejalan dengan perannya di KPAI yang konsisten mengawal hak-hak generasi penerus bangsa.

Kepergian Ning Margaret di usia 47 tahun merupakan kehilangan besar bagi dunia gerakan perempuan di Indonesia. Ia adalah prototipe pemimpin muda NU yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan dinamika birokrasi modern di ibu kota. Indonesia kini merunduk, melepas salah satu putri terbaik Jombang yang telah menunaikan tugasnya sebagai pembela mereka yang tak bersuara.**

HotExpose:  Srikandi Parlemen di Tengah Kabut KDRT: Indriani Yulia Mariska Suarakan Nestapa Perempuan Madura

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

Layanan Pembaca: Sampaikan doa atau kenangan Anda melalui email resmi: maduraexposenews@gmail.com.

"Dewan Redaksi" MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

No More Posts Available.

No more pages to load.