Selamat Jalan Sang Pembela Anak: Duka Khofifah untuk Kepergian Ning Margaret

Terbit: 3 Maret 2026 | 10:51 WIB

JOMBANG, MaduraExpose.com – Langit duka menggelayuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan para pejuang hak anak di tanah air. Ning Margaret Aliyatul Maimunah, sosok aktivis perempuan yang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dikabarkan berpulang ke Rahmatullah pada Minggu (1/3/2026) di RS Fatmawati, Jakarta.

Gubernur Jawa Timur (2019-2024), Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang ia sebut sebagai pemimpin tegas namun penuh kasih. “Kiprah beliau sebagai pemimpin telah memberi inspirasi dan kontribusi besar bagi bangsa kita. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pelayan masyarakat yang rendah hati,” tulis Khofifah melalui akun media sosial pribadinya, Selasa (3/3/2026).

Profil dan Dedikasi Sang Putri Denanyar Secara Teori Administrasi Publik, kepemimpinan Margaret di KPAI dan Fatayat NU menunjukkan sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan profesionalisme dalam kebijakan perlindungan sosial. Lahir di Jombang pada 11 Mei 1978, Margaret merupakan putri kedua dari pasangan K.H. Mohammad Faruq dan Hj. Lilik Chodijah Aziz Bisri dari Pondok Pesantren Denanyar, Jombang—sebuah rahim intelektual yang mencetak banyak tokoh besar bangsa.

Alumnus pascasarjana Universitas Indonesia ini terpilih sebagai Ketua Umum Fatayat NU periode 2022-2027 dalam Kongres XVI di Palembang. Di bawah kepemimpinannya, Fatayat NU semakin vokal dalam isu-isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sejalan dengan perannya di KPAI yang konsisten mengawal hak-hak generasi penerus bangsa.

Kepergian Ning Margaret di usia 47 tahun merupakan kehilangan besar bagi dunia gerakan perempuan di Indonesia. Ia adalah prototipe pemimpin muda NU yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan dinamika birokrasi modern di ibu kota. Indonesia kini merunduk, melepas salah satu putri terbaik Jombang yang telah menunaikan tugasnya sebagai pembela mereka yang tak bersuara.**

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

Layanan Pembaca: Sampaikan doa atau kenangan Anda melalui email resmi: maduraexposenews@gmail.com.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *