Katanya Nata Kota, Membangun Desa, BPBD Sumenep Kok “Ngerusak” Saluran Irigasi?

Terbit: 20 Maret 2016 | 08:35 WIB

Sumenep, Madura Expose—Pengerjaan plengsengan sungai di Desa Karang Sokon, Kecamatan Guluk-Guluk Sumenep meminta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera membongkar proyek tersebut karena dianggap merusak saluran irigasi pertanian milik warga.

Jika dalam waktu dekat permintaan mereka tidak ditanggapi, warga mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran ke kantor Pemkab Sumenep agar pejabat terkait di Kantor BPBD Sumenep segera diganti.

“Warga Desa Karang Sokon dengan tegas menolak pengerjaan plengsengan sungai karena telah merusak saluran irigasi. Lantas kami mau makan apa jika sawah lahan pertanian kami mati gara-gara saluran air tersumbat”, tegas SR, salah satu warga yang mengadukan persoalan tersebut kepada Madura Expose.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu terjadi longsor disebuah sungai dekat pemukiman warga dan lembaga madrasah di Desa Karang Sokon, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Beberapa hari kemudian, seperti diceritakan pihak Kepala Desa setempat, kubangan longsor itu dibangun plengsengan oleh BPBD Kabupaten Sumenep.
“Sayangnya, plengsengan sungai itu malah menyumbat saluran irigasi menuju lahan pertanian masyarakat. Warga sudah mewanti-wanti sebelumnya agar saluran irigasi tidak dirusak tapi tetap saja tak digubris”, imbuh pemilik sawah lainnya di desa itu.

Keluhan masyarakat tersebut dibenarkan oleh tokoh masyarakat Desa Karang Sokon H.Hasan Abd Hamid yang juga mengaku kecewa dengan pihak BPBD Sumenep yang terkesan cuek dan seenaknya membangun plengsengan tanpa memperhatikan nasib petani di desa mereka.

Kisruh plengsengan Desa Karang Sokon ini mendapat respon dari kalangan aktivis lingkungan dari Sumekar Network, yang menganggap tindakan dari pihak BPBD Sumenep merusak visi-misi pemerintahan Busyro-Fauzi yang dikenal dengan slogan “Nata Kota, Mbangun Desa”.

“Katanya Nata Kota, Membangun Desa, kok saluran irigasi di Desa Karangsokon malah disumbat begitu oleh pihak BPBD Sumenep dengan cara membangun plengsengan tanpa mempertimbangkan kebutuhan warga setempat”, keluh Tedy Muhtadi, Fungsionaris dari Sumekar Network kepada Madura Expose, Minggu 20 Maret 2016.

Sementara R.Syaiful Arifin, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Sumenep dikonfirmasi hanya membalas singkat dengan kesan tidak serius.

“Maaf, sms baru dibuka ada yang bisa dikomunikasikan, trims”, jawabnya singkat melalui pesan singkatnya.
Namun sayangnya, Syaiful memilih bungkam, ketika diminta konfirmasi langsung terkait pengerjaan plengsengan sungai di Desa Karang Sokon.

Kesan cuek dan masa bodoh ditunjukkan Syaiful, ketika dirinya diminta tanggapan soal permintaan masyarakat pemilik sawah, yang mendesak pihak BPBD segera membongkar plengsengan yang dinilai asal-asalan. [M19/FER]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

    Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

    Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

    Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *