SUMENEP, MADURA EXPOSE—Sejumlah aktivis dan fungsionaris Sumenep Institute (SI) mengapresiasi rencana kerja Busyro Karim-Achmad Fauzi selaku Bupati dan Wakil Bupati Sumenep priode 2016-2021 yang mengaku siap menuntaskan 9 program prioritas dalam masa 99 hari kerja, yang salah satunya berupa rekrutmen “Pembentukan 1000 Wirausahawan Muda”.

Fawaid Sulaiman, Div. Komunikasi dan informasi SUMENEP INSTITUTE menilai program pembentukan 1000 Wirausahawan Muda dengan tenggang waktu perekrutan hanya tiga hari tersebut terindikasi bermuatan politis dan tak lebih dari sekesar program balas budi.

“Dari kajian yang kami lakukan, terdapat temuan yang mengindikasikan bahwa program pembentukan wirausahawan muda ini merupakan program balas budi Busro kepada tim nya saat Pilbup kemarin,” ujar Fawaid Sulaiman, Divisi Kominfo Sumenep Institute dalam realis yang diterima Madura Expose, Rabu Malam (16/3/2016) .

SI menemukan tiga hal pokok yang mereka sebut sebagai indikasi program balas budi setelah Busyro Karim-Achmad Fauzi memenangkan pertarungan Pilkada Sumenep yang digelar KPU pada 9 Desember 2015 silam.

“Tiga hal yang menjadi temuan kami adalah;pertama, tidak adanya kejelasan platform serta tahapan pembentukan wirausahawan muda. Kedua, tertutupnya akses informasi bagi masyarakat Sumenep terkait syarat, tahapan dan mikanisme rekrutmen Wirausahawan muda itu.

Dan ketiga, adanya indikasi bahwa, kegiatan interview yang dilaksanakan di Aula STKIP PGRI Sumenep di ikuti oleh beberapa orang yang secara usia tidak memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai pemuda”, imbuhnya menandaskan.

Dari sejumlah temuan SI tersebut, lanjut Fawaid, maka dikhawatirkan pelaksanaan program pembentukan wirausahawan muda ini berpotensi menyimpang dari tujuan yang sebenarnya.

Jika hal tersebut dipaksakan, pihaknya khawatir yang akan menjadi korban adalah puluhan ribu pemuda yang selama ini memang sangat membutuhkan sentuhan program tersebut.

“Kalau model rekrutmen seperti yang terjai saat ini, kami pesimis kepemimpinan Busro-Fauzi benar-benar mengatasi problem pemuda kita di Sumenep yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang”, tandasnya.

Fawaid bahkan mengancam akan terus mengawal serius program pembentukan wirausahawan muda yang dicanangkan pemerintahan baru yang kental dengan selogannya “Nata Kota, Mbangun Desa” ini.

“Sebagai masyarakat Sumenep yang peduli terhadap nasib pemuda kita hari ini. Kami akan terus kawal masalah ini agar dilaksanakan dengan baik dan benar. Dan yang terpenting tidak dirasuki oleh kepentingan pragmatis pihak manapun!”, pungkasnya.

Sementara Achmad Fauzi, Wakil Bupati Sumenep saat dikonfirmasi secara tertulis melalui pesan singkat yang dikirim ke ponsel pribadinya tidak merespon. [*/R16/Fer]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM