“Misteri” Pencalonan Kiai Imam Hasyim “Mendampingi” Achmad Fauzi

Terbit: 18 September 2024 | 05:29 WIB

Oleh: Ferry Arbania

Terpilihnya Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) mendampingi Calon Bupati (Cabup) Petahana Achmad Fauzi, seolah menjadi “misteri” karena menyisakan rasa penasaran banyak pihak, tak terkecuali dikalangan elit PKB Sumenep.

Rasa penasaran itu terungkap dalam beberapa diskusi kecil, dari warung kopi hingga kedai berkelas. Maklum, pada saat proses penjaringan Bacabup-Bacawabup PKB yang dilakukan secara offline dan online itu diharapakn PKB mengusung kadernya sendiri karena memenuhi syarat, bahkan sebelum adanya putusan MK, partai besutan Cak Imin itu memiliki 10 kursi DPRD hasil Pileg 2024.

Salah satu tokoh PKB yang ikut mendaftar Bakal Cabup PKB saat itu adalah Hamid Ali Munir yang saat itu menjabat Ketua DPRD Sumenep.

Saat itu Hamid Ali Munir resmi mendaftar ke Desk Pilkada PKB Sumenep pada Jumat 26 April 2024 siang. Politisi asal Desa Matanair ini disambut Kamalil Ersyad, Ketua Desk Pilkada PKB Sumenep. Selain mendaftar Bacabup, Hamid juga mendaftar sebagai Bacawabup.

Kepada awak media saat itu, Hamid mengaku pendaftaran dirinya karena “dorongan” dari sejumlah kiai, para guru dan keluarga.

Namun beberapa hari kemudian, tepatnya pada pertengahan bulan Juli 2024, publik dihebohkan dengan beredarnya gambar Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim dan KH Ali Fikri Ketua DPC PPP Sumenep bersama sejumlah elit parpol dirumah Achmad Fauzi Wongsojudo, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep.

Beredarnya gambar tersebut menimbulkan banyak spekulasi dikalangan masyarakat. Sosok Kiai Imam Hasyim dan Kiai Fikri paling banyak mendapat “tafsiran” politik dari sejumlah kalangan. Ada yang menduga Kiai Fikri akan dipasangkan dengan Achmad Fauzi di Pilkada Sumenep 2024. Meski perkiraan tersebut meleset dan keduanya kini menjadi rival politik menuju M-1 (sebutan lain dari jabatan Bupati).

Beberapa minggu kemudian, muncul “percakapan” pro dan kontra di internal elit PKB Sumenep, terkait Kiai Imam Hasyim yang dikabarkan bakal mendampingi Achmad Fauzi Wongsojudo. Rumor itu sempat ditepis ramai-ramai karena yang bersangkutan tidak mendaftar sebagai Bakal Cabup maupun Cawabup PKB.

Untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi, saat itu, Redaksi mencoba menelpon Kiai berinisial AM, salah satu elit PKB dan mantan Anggota DPRD Sumenep untuk menanyakan rumor pencalonan Kiai Imam Hasyim, yang kala itu diduga tidak melalui proses penjaringan desk pilkada- DPC PKB Sumenep.

Menurut Kiai AM, pencalonan Kiai Imam Hasyim “direkom” langsung oleh DPP PKB.

Menariknya lagi, pada saat proses penjaringan atau pendaftaran bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati saat itu, Kiai Imam Hasyim, Ketua DPC PKB Sumenep dengan penuh bangga mengatakan kepada insan pers, bahwa pendaftaran bakal calon berdasarkan intruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang dilanjutkan dengan pembentukan tim desk pilkada DPC PKB Sumenep.

“Pendaftaran ini kami mulai, sesuai dengan intruksi DPP PKB, sekaligus pembentukan tim desk pilkada,” kata KH. Imam Hasyim disitat dari MediaPribumi , yang tayang pada Senin 22 April 2024 lalu.

Pengasuh Ponpes Attaufiqiyah Kecamatan Bluto itu berharap, setelah pendaftaran bakal calon dibuka, bisa menjaring sosok Bacabup dan Bacawabup yang tepat, untuk memperoleh “tiket” pencalonan dari DPP PKB dalam kontestasi Pilkada 2024.

“Semoga kita bisa menjaring calon pemimpin terbaik untuk Sumenep yang berangkat dari PKB,” pungkasnya didepan awak media.
.

Sementara dipihak DPC PDI Perjuangan Sumenep, pada proses pendaftaran bakal calon wakil bupati, saat itu ada 9 politisi yang ikut dalam penjaringan , seperti diungkap Ketua Desk Pilkada DPC PDI Perjuangan Sumenep, Zainal Arifin .

Menurut Haji Zainal, sembilan tokoh politik yang mendaftar, yaitu Nurfitriana Busyro Karim yang merupakan politisi PKB dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Herman Dali Kusuma (mantan ketua DPRD Sumenep) dan Faisal Muhlis (Ketua DPD PAN Sumenep).

Berikutnya KH Qusyairi (pengasuh pondok pesantren), Syamsul Arifin (kepala desa aktif di Sumenep), Dewi Khalifah (Wakil Bupati Sumenep ), KH Abdul Hamid Ali Munir (ketua DPRD Sumenep dari Fraksi PKB), Suharinomo (anggota DPRD Sumenep) dan Nizar Kherid (mantan jurnalis).

PDI Perjuangan hanya membuka penjaringan bakal calon Wakil Bupati, sedangkan untuk bakal calon Bupati hanya diisi oleh Calon Petahana yang kebetulan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep.[*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dilema Fiskal di Bumi Gerbang Salam Pamekasan

Terbit: 21 Februari 2026 | 06:07 WIB PAMEKASAN, maduraexpose.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan kini berada di persimpangan jalan antara menjaga stabilitas demokrasi atau memenuhi janji-janji pembangunan. Badan Pengelolaan Keuangan dan…

HPN 2026: Pers Madura Bukan Sekadar “Tukang Foto”, Tapi Penjaga Waras di Era Digital

Terbit: 11 Februari 2026 | 13:55 WIB EDITORIAL – Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 ini bukan sekadar seremoni potong tumpeng atau bagi-bagi plakat. Bagi kami di Madura Expose, momen…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *