
BANGKALAN, MaduraExpose.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan sedang dalam proses eksekusi proyek vital di bidang infrastruktur kesehatan, dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp10,1 miliar.
Anggaran ini difokuskan untuk pembangunan dan revitalisasi tiga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Dari perspektif manajemen proyek konstruksi, proyek ini menunjukkan alokasi yang terukur untuk setiap sub-proyek. Kepala Dinkes Bangkalan, Nur Hotibah, merinci alokasi anggaran sebagai berikut: Puskesmas Tanah Merah mendapat porsi terbesar dengan Rp7,5 miliar untuk pembangunan total atau revitalisasi menyeluruh.
Sementara itu, Puskesmas Tanjung Bumi dan Puskesmas Burneh masing-masing mendapatkan Rp1,4 miliar dan Rp1,2 miliar untuk penambahan ruang.
Proses pengadaan jasa konstruksi untuk proyek-proyek ini dilakukan secara transparan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Tender proyek Puskesmas Tanah Merah dimenangkan oleh PT Dewi Baraja Group. Sementara itu, CV Putri Kencana dan CV DSY Satyawada masing-masing memenangkan tender untuk Puskesmas Burneh dan Puskesmas Tanjung Bumi.
Nur Hotibah menekankan pentingnya bagi para kontraktor untuk mematuhi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Hal ini krusial untuk memastikan kualitas bangunan sesuai dengan standar yang dibutuhkan untuk layanan kesehatan publik.
“Puskesmas ini diperuntukkan pelayanan kesehatan, tentu kualitas bangunan yang baik juga akan memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Proyek ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari strategi ekonomi proyek pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bangkalan.
Dengan jadwal pekerjaan yang ketat, yaitu 120 hari untuk Puskesmas Burneh dan Tanjung Bumi, serta 160 hari untuk Puskesmas Tanah Merah, diharapkan proyek ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. [dbs/kom/gim/mhd]

![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)



![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)