
“Ruang jingga”, seperti dinyatakan dalam “Sekapur Sirih” mendedahkan kehidupan dan suara-suaranya, suara hati, suara cinta, suara kepedulian, suara mimpi. Ruang jingga, tidak ubahnya merupakan ruang maya (facebook) yang kemudian menyediakan ruang baca dalam bentuk tercetak (buku). Dua belas penulis puisi di jejaring sosial facebook itu lalu memiliki “mimpi” berupa keinginan jiwa, semangat memadu dan bersatu membidani lahirnya buku “Ruang Jingga”: Antologi Puisi 12 Penyair Jingga. Makna apakah yang bisa diberikan kepada 12 Penyair Jingga? Kenapa warna jingga lalu dipilih?
“Ruang Jingga” ini bisa jadi merujuk bilik hati yang menyediakan aneka suara bermakna, setidaknya “Rung Jingga” merujuk pada suasana tempat dan waktu saat senja, saat matahari mencium dan kemudian “angslup” ke dalam laut di batas cakrawala. Tulisan apresiatif ini berpijak pada ruang pembacaan selintas sebagai sebentuk silaturahmi batiniah yang sama sekali tidak disandarkan pada teori sastra, melainkan bersandar pada pencecapan rasa saat membaca. Demi keadilan, akan dinukilkan sebuah puisi yang mewakili masing-masing penyair. Namun, lantaran Facebook memiliki ruang terbatas (jika dibuat tulisan apresiatif yang relatif panjang jarang dibaca) maka kali ini pembacaan diarahkan pada sebiji puisi karya Rini Intama. Puisi lain karya penyair lainnya, jika sempat, akan diumumkan kemudian.
Mengintimi Sebiji Puisi Rini Intama
Rini Intama(lahir 21 Februari di Garut), sebagaimana manusia ujumnya memiliki cinta,kerinduan, kemarahan, dan kesetiaan. Bagaimana intensnya Rini Intama di dunia puisi (kata) dan apa yang menjadi obsesinya? Barangkali sebiji puisi yang bertajuk “Aku Dan Kataku” (hal. 4) berikut ini akan membuat kita mengenalnya:
Aku Dan Kataku
Aku dan kata mencintaimu,
menyelinap diantara syair syair mengalir bersama butir
butir pasir laut, bukankah sama seperti ketika mencoba
menumpahkan warna diatas kanvas seraya menunggumu,
lantas langit dan awan bergerak pelan
Aku dan kata kerinduanku,
menyelinap diantara derasnya makna aksara dalam
untaian kalimat yang menumpah, sama seperti ketika
gundukan tanah menggunung dan memuntahkan lahar…
deburannya mengalir begitu saja menerabas segala
Aku dan kata kemarahanku,
adalah ketika terbengkalainya air disela jemari mengering,
menggenggam dan cinta itu sendiri yang memberangus
ego dalam kalut, takut dan pengecut. Ada sisa waktu
yang berlari dalam rimbun hutan Halimun yang
berembun lalu sepi
Aku dan kata kesetiaanku.
adalah merasakan butiran embun sisa malam yang datang
pada dedaunan diantara kabut dingin yang menyatu lalu menunggu
esok terus datang,meski aku tertunduk lesu
10 Maret 2010
Adatiga ragaam puisi jika dikaji berdasarkan cara pengungkapannya, yakni puisi diaphan, puisi prismatis, dan puisi hermetis. Puisi diaphan terdedah dengan bahasa yang gamblang, terang, jernih, sedikit menggunakan ungkapan perbandingan yang mudah dipahami lantaran model perbandingannya menggunakan perbandingan yang umumnya dipakai dalam pragsis komunikasi. Berbeda dengan puisi yang bercorak diaphan, puisi prismatis serupa “prisma” yang bisa memancarkan aneka cahaya yang menumbuhkan makna. Terakhir, puisi yang bercorak hermetis dapat diibaratkan sebagai kaca gelap, sehingga makna dan pemaknaannya juga terasa gelap. Puisi bertajuk “Aku dan Kataku” (AdK) tergolong puisi yang bening dan jernih yang bisa dikategorikan sebagai puisi diaphan.
Dalam puisi “AdK” yang digubah oleh Rini Intama 10 Maret 2010 terdedah dengan gamblang bagaimana cinta, kerinduan, kemarahan, dan kesetiaan Rini Intama di dalam dunia penciptaan puisi dan di dalam kehidupannya sehari-hari. Rini Intama “mencintai” dunia syair (yang) mengalir bersama butir pasir laut, seperti halnya pelukis menumpahkan waena di atas kanvas (bait 1). Dalam bait ini kita temukan diksi “langit” dan “awan yang bergerak pelan. Diksi “langit” merujuk yang berada di atas dan tinggi (Sang Maha Pencipta) dan diksi “awan” memberikan gambaran aneka masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan.
Rini Intama juga memiliki kerinduan di dunia sastra seperti ungkapan ini: “kerinduanku, menyelinap diantara derasnya makna aksara dalam untaian kalimat yang menumpah seperti gunung menumpahkan magmanya (bait 2). Kerinduan yang begitu dahsyat sehingga “deburannya mengalir begitu saja menerabas segala”. Rini Intama marah dan geram “ketika terbengkalainya air disela jemari mengering…memberangus ego dalam kalut, takut dan pengecut”.
Sebagai penyair yang memiliki lehalusan rasa, Rini Intama memiliki kesetiaan yang serupa “butiran embun sisa malam yang datang pada dedaunan diantara kabut dingin yang menyatu ditanah yang membasah, didetak nadi hari lalu menunggu esok terus datang, meski aku tertunduk lesu”.
Sebiji puisi karya Rini Intama ini, betapapun juga telah memberikan “ruang jingga” untuk dipahami, dinikmati, dan diintimi sehingga pendar dan pijar maknanya yang terdedah dengan bahasa sedikit konotatif yang terpapar dengan cara diaphan memberikan pencerahan. Kita, para pembaca, menjadi mengerti apa makna cinta, kerinduan,kemarahan, dan kesetiaan.
Salam 123, sayang semuanya
Bengkel Puisi Swadaya Mandiri
Jambi, 4 Agustus 2010
Dimas Arika Mihardja



![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)